Perusahaan Tambang Terbesar Dunia Mulai Alihkan Bisnis Batu Bara

Perusahaan Tambang Terbesar Dunia Mulai Alihkan Bisnis Batu Bara

Perusahaan Tambang Terbesar Dunia Mulai Alihkan Bisnis Batu Bara
Perusahaan Tambang Terbesar Dunia Mulai Alihkan Bisnis Batu Bara

Pandemi virus corona menekan permintaan minyak, gas, dan batu bara karena pabrik-pabrik ditutup.

Selain itu, pesawat dilarang terbang, dan orang-orang diperintahkan untuk tinggal di rumah.

Beberapa analis menilai permintaan sulit untuk pulih, sehingga mendorong perusahaan untuk mempercepat rencana energi hijau.

Dunia sedang berupaya mengalihkan tren penggunaan energi pada energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sebagai upaya menyelamatkan Bumi dari pemanasan global.

Permintaan bahan bakar fosil bisa turun sebanyak 75% selama 30 tahun ke depan jika ingin kenaikan suhu global dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius.

BHP (BHPLF) perusahaan pertambangan terbesar di dunia, sedang berupaya mengurangi bisnisnya di batu bara.

Hal itu dikarenakan semakin besarnya penentangan terhadap sumber energi karbon tinggi.

BHP, perusahaan tambang yang berbasis di Melbourne, Australia, mengatakan akan mencoba menjual 80% sahamnya di perusahaan patungan BHP Mitsui Coal.

Perusahaan ini memiliki dua tambang di Queensland yang memproduksi batu bara kokas dengan kualitas lebih rendah, yang digunakan untuk pembuatan baja.

BHP juga berencana melepas aset batu bara termal di Australia dan Kolombia. Perdagangan saham di Bursa Efek London turun 2,6% setelah perusahaan melaporkan pendapatannya.

BHP ingin meningkatkan bisnis ekstraksi tembaga dan nikelnya sambil mendivestasikan aset minyak dan gas yang sudah matang.

Baca Juga: Petrosea Dapat Penghargaan Bursa Saham

Hal itu sebuah tanda bahwa perusahaan sedang mempersiapkan masa depan dengan bauran energi.

BHP juga memfokuskan portofolio batu bara BHP pada tambang batu bara kokas berkualitas lebih tinggi.

Awal bulan ini, BHP mengumumkan peningkatan sepuluh kali lipat dalam investasi rendah karbon saat bersiap menghadapi dunia yang menggunakan minyak jauh lebih sedikit.