Perusahaan Tambang Dorong Pembangunan Daerah

Perusahaan Tambang Dorong Pembangunan Daerah

Perusahaan Tambang Dorong Pembangunan Daerah
Perusahaan Tambang Dorong Pembangunan Daerah

Pemerintah daerah beserta seluruh perusahaan pertambangan yang beroperasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) diharapkan dapat bersinergi mempercepat pembangunan daerah dengan menujukkan komitmen lebih terhadap kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH menyampaikan harapan kontribusi lebih perusahaan tambang saat menghadiri rapat rekonsiliasi IUP yang diselenggarakan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra.

“Saya berharap seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di Sultra  dapat memberikan kontribusi sesuai kewajiban untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” harap Ali Mazi dalam sambutannya.

Ali Mazi mengungkapkan bahwa kontribusi dari sektor pertambangan dirasakan belum maksimal dalam meningkatkan sumber PAD.

Sebab, menurut Ali Mazi, kontribusi dari pertambangan hanya didapat dari penerimaan negara bukan pajak. Ini berupa dana bagi hasil sumber daya alam berasal dari iuran tetap dan iuran produksi yang dibagi antara Pemerintah Pusat sebesar 20 persen.

Pemerintah Provinsi sebesar 16 persen, dan pemerintah kabupaten sebesar 64 persen.

Kemudian 64 persen tersebut dibagi menjadi 32 persen untuk daerah penghasil tambang dan 32 persen untuk daerah sekitar tambang.

“Dalam kesempatan ini saya menginginkan agar pemegang IUP yang beroperasi di Sultra dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan PAD Sultra. Hal itu mencermati tuntutan pembangunan daerah dan harapan masyarakat akan besarnya manfaat yang diperoleh dari kegiatan usaha pertambangan di Bumi Anoa. Maka kita tidak bisa mengharapkan dana bagi hasil saja, namun kita juga harus memikirkan potensi pajak daerah yang dapat ditarik dari sektor pertambangan,” katanya.

Baca Juga: Kerja Keras OPEC Demi Stabilnya Harga Minyak

Dikatakan, sebagai bahan referensi perlu diinformasikan untuk tahun 2019 lalu secara keseluruhan, baik iuran tetap maupun iuran produksi untuk provinsi Sultra sebesar Rp. 166.193.869.751.