Perusahaan Batu Bara Terbesar Di Indonesia Tahun Ini

Terkait Pada Perusahaan Batu Bara Terbesar Di Indonesia, bulan Februari 2019 lalu, ramai pemberitaan tentang pemblokiran batu bara dari Australia yang masuk ke Tionghoa. Tersebar kabar bahwa Pemerintah Tionghoa ingin membatasi impor batu bara dari Australia. Hal ini kemudian dilihat sebagai peluang yang harus diambil perusahaan batu bara di Indonesia mengingat negara kita dikenal sebagai salah satu eksportir batu bara ke Tionghoa.

Perusahaan Batu Bara Terbesar
Perusahaan Batu Bara Terbesar

Berikut ini adalah beberapa perusahaan batu bara terbesar di Indonesia :

Baca Juga : Terkait Minerba, Terdapat 13 Catatan ESDM

1. Kaltim Prima Coal

Kaltim Prima Coal (KPC) bergerak di sektor pertambangan dan pemasaran batu bara untuk kebutuhan industri di dalam negeri maupun luar negeri. KPC berkantor pusat di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah Indonesia memberi izin ke KPC buat mengelola area konsesi pertambangan yang luasnya mencapai 90.938 hektar di wilayah Sangatta dan Bengalon.

Sebagian besar saham KPC dipegang PT BUMI Resources Tbk. Sepanjang tahun 2017, anak usaha BUMI ini udah memproduksi 57,6 ton batu bara. Seperti yang dilaporkan Warta Ekonomi, laba bersih KPC tahun 2017 mencapai US$ 271,01 juta atau Rp. 3,79 triliun.

2. Adaro Indonesia

Adaro Indonesia adalah salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan yang udah ada sejak tahun 1966 ini mendapat konsesi dari Pemerintah Indonesia di wilayah di Kalimantan Selatan.

Dari pertambangan yang dimiliki Adaro, produksi batu baranya sepanjang tahun 2018 mencapai 54 juta ton. Menurut informasi yang dilaporkan Bisnis Indonesia, Adaro Indonesia mencatatkan pendapatan hingga September 2018 sebesar US$ 2,66 miliar atau Rp 37 triliun.

Adaro sendiri tercatat sebagai perusahaan terbuka. Sekitar 43 persen sahamnya dimiliki PT Adaro Strategic Investments. Sementara sisanya dimiliki publik dan Garibaldi Thohir, saudara dari Erick Thohir.

3. Perusahaan batu bara  terbesar Berau Coal

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1983 dan berpusat di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal dengan nama PT Risco. Pada 2010, namanya kemudian berganti menjadi Berau Coal.

Berau Coal bergerak di sektor pertambangan dan perdagangan batu bara. Perusahaan ini mendapat konsesi seluas 118.400 hektar di Kabupaten Berau, Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepemilikan saham perusahaan ini sebagian besar dikuasai Vallar Investment UK Limited. Lalu, sisanya dimiliki Sinarmas Group melalui Asia Resource Minerals Plc. Tahun 2016, Berau Coal mencatatkan produksi sebesar 26 juta metrik ton.

4. Kideco Jaya Agung

Kideco Jaya Agung yang termasuk perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Pada 2017, mayoritas saham Kideco Jaya Agung dikuasai PT Indika Energy Tbk. Perusahaan ini menjadi pemilik 91 persen saham Kideco Jaya Agung. Sementara itu, sisanya dimiliki Samtan Co.Ltd.

Kideco Jaya Agung mulai beroperasi sejak 1982. Area pertambangan perusahaan batu bara ini berada di Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur. Hingga September 2018, produksi batu bara Kideco Jaya Agung telah mencapai 26,1 juta metrik ton.