Perusahaan Batu Bara Memohon Perpanjangan Izin Tambang

Perusahaan Batu Bara Memohon Perpanjangan Izin Tambang

Perusahaan Batu Bara Memohon Perpanjangan Izin Tambang
Perusahaan Batu Bara Memohon Perpanjangan Izin Tambang

Pasca terbitnya UU Minerba yang baru saja disahkan dan menjelang berakhirnya kontrak kerja pertambangan.

Beberapa perusaan tambang sedang berupaya mengajukan perpanjangan kontrak pertambangan kembali.

PT. Arutmin Indonesia, anak usaha PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai perusahaan tambang yang akan segera habis kontrak tambangnya pada 1 November tahun ini, tengah berupaya mengajukan izin usaha tambang yang baru.

Perusahaan berharap perpanjangan operasional tambang batubara bisa segera disetujui pemerintah pada akhir Agustus ini.

Hal tersebut disampaikan General Manager dan External Affairs PT Arutmin Indonesia Ezra Sibarani Kamis (13/08/2020).

“Kami berharap dapat perpanjangan di akhir bulan Agustus ini. Saat ini masih dalam proses evaluasi dengan tim dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Kementerian ESDM),” ungkapnya

Arutmin saat ini memegang kontrak pertambangan batubara yang biasa dikenal dengan nama Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Baca Juga: Peran Big Data Dalam Dunia Geofisika

Untuk melanjutkan operasional tambang, perusahaan harus mengubah sistem kontrak menjadi rezim izin, yakni Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).