Pertamina Akan Impor BBM 113 Juta Barrel di 2021

Must read

Pertamina Akan Impor BBM 113 Juta Barrel di 2021
Pertamina Akan Impor BBM 113 Juta Barrel di 2021

PT Pertamina (Persero) akan melakukan impor BBM sebanyak 113 juta barrel di 2021, naik sebesar 13,5 persen dari 2020 menjadi sebesar 97,8 juta barrel.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, impor yang akan dilakukan Pertamina, mulai dari gasoline 88 ron (premium) sebanyak 53,7 juta barrel serta gasoline 92 ron (pertamax) sebanyak 59,3 juta barrel.

Nicke menjelaskan, harga pengadaan impor gasoline mengikuti pergerakan harga gasoline di Singapura. Untuk tahun ini, manajemen memperkirakan harganya di level US$51 per barrel.

Sementara, harga rata-rata impor gasoline 88 ron pada 2020 adalah sebesar US$45,5 per barrel. Lalu, untuk rata-rata harga gasoline 92 ron tahun lalu sebesar US$45,7 per barrel.

Dari sisi pasar, penjualan gasoline akan dilakukan dengan dua skema. Penjualan dilakukan dengan penugasan pemerintah atau disebut dengan public service obligation (PSO) dan non PSO.

Di sisi lain, Pertamina memproyeksi impor elpiji tahun ini sebanyak 7,2 juta metrik ton. Nantinya, harga impor akan mengikuti pergerakan harga di Timur Tengah atau CP Aramco dan tren freight cost.

Dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021, Pertamina memproyeksi harga impor elpiji sebesar US$411 per metrik ton. Namun, harga yang ditetapkan pada Januari 2021 sebesar US$540 per metrik ton.

Baca Juga: Emiten Tambang Nikel Siap Jaga Produksi Tahun Ini!

Selanjutnya, Pertamina memproyeksi impor minyak mentah (crude) pada tahun ini sebanyak 118,4 juta barrel. Angkanya melonjak dari realisasi impor 2020 yang hanya sebanyak 78,7 juta barrel.

“Terkait crude agar berbeda tahun ini. Kami berikan keleluasaan pada sub holding merumuskan crude mana yang menghasilkan kualitas yang baik dan yield terbaik,” ujar Nicke.

Meski jumlah impor melonjak, tapi Nicke memastikan jumlahnya akan setara dengan volume minyak yang akan diekspor tahun ini.

Dengan strategi ini, Nicke optimistis akan memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

“Ekspor dan impor ada selisih harga yang membantu memperbaiki CAD. Strategi ini kami lakukan mulai pertengahan tahun lalu dan memperbaiki CAD,” jelas Nicke.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article