Pertambangan Di Mata Kaum Milenial

Pertambangan Di Mata Kaum Milenial

Pertambangan Di Mata Kaum Milenial
Pertambangan Di Mata Kaum Milenial

Industri tambang adalah tempat pekerjaan yang penuh tantangan. Namun banyak pertimbangan yang menghambat anak muda milenial untuk menjawab tantangan itu.

Industri pertambangan bagi generasi milenial melekat dengan pekerjaan yang dilakukan jauh di dalam hutan atau pelosok yang jauh dari peradaban.

Lebih banyak dilakukan oleh kaum pria dan memiliki resiko kesehatan dan keselamatan yang tinggi.

Selain itu industri pertambangan juga sulit untuk menumbuhkan cinta lokasi, sebab hanya didominasi oleh kaum adam.

Menteri Pertambangan Afrika Selatan Gwede Mantashe dalam sebuah konferensi bahkan menyebut industri tambang telah “keracunan testosterone”.

Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak peran kaum wanita agar citra industri tambang bisa menjadi lebih “ramah” lagi.

Industri pertambangan di masa mendatang, membutuhkan sosok pemimpin sebuah negara yang juga peduli dengan industri ini.

Pemanfaatan teknologi seperti otomatisasi mesin bisa dijadikan sebuah harapan.

Otomatisasi di industri pertambangan, bisa membuka banyak peluang kerja baru, terlebih bisa menarik minat kaum wanita untuk bergabung.

Tak hanya itu, juga bisa meningkatkan tingkat keselamatan dari resiko kecelakaan kerja dan kesehatan.

Otomatisasi tidak akan membuat orang kehilangan kesempatan kerja, justru bisa membuka peluang yang lebih besar lagi.

Kecanggihan teknologi yang meningkat dengan pesat, mendorong penerapan otomatisasi semakin cepat. Diperkirakan pada tahun 2050 nanti, industri pertambangan akan sangat mengandalkan teknologi robotik, sehingga operasional pertambangan akan semakin aman dan produktif.

Baca Juga: Penyimpanan Listrik dan Energi Memanfaatkan EBT

Sejumlah perusahaan tambang pun didorong untuk bisa bekerja sama dengan universitas yang memiliki studi relevan di bidang pertambangan. Dengan demikian, bisa juga membuka peluang ketertarikan dari generasi milenial bahkan generasi mendatang akan industri pertambangan.

Di Indonesia sendiri, peran wanita di industri pertambangan kini sudah mulai terasa. Hal ini bisa dilihat salah satunya dari PT Freeport yang mempekerjakan kaum wanita, khususnya masyarakat lokal untuk mengoperasikan truk secara jarak jauh.