Pertambangan dan Penggalian Minus di Kuarter II

Pertambangan dan Penggalian Minus di Kuarter II

Pertambangan dan Penggalian Minus di Kuarter II
Pertambangan dan Penggalian Minus di Kuarter II

Pandemi covid-19 melemahkan kinerja sektor pertambangan secara sistemik.

Industri pertambangan terhambat kemajuannya dari dari hulu ke hilir.

Banyak negara yang menerapkan kebijakan lockdown yang melumpuhkan kegiatan ekonomi.

Ini menjadi alasan utama rendahnya permintaan terhadap komoditas tambang. 

Laju bertumbuhan tambang belum terlihat menunjukkan sinyal positif, sebab dunia masih terus dibayangi kekhawatiran terhadap gelombang kedua dari virus Corona.

Optimisme penciptaan vaksin Corona yang hampir selesai juga belum mampu meningkatkan gairah pasar.

Sektor pertambangan menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

PDB Indonesia pada kuartal II/2020 ini mengalami kontraksi sebesar -5,32 persen secara year on year (yoy).

Laju pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian pada kuartal II/2020 terkontraksi hingga -2,72 persen (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Petumbuhan sektor ini juga tercatat turun sebesar 3,75 persen (q-to-q) bila dibandingkan dengan kuartal I/2020.

Pada triwulan II/2020, Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pertambangan dan penggalian tercatat Rp. 231,5 triliun, sementara pada triwulan I/2020 lebih tinggi, yaitu Rp. 267,4 triliun.

Untuk Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sektor pertambangan dan penggalian juga tercatat turun dari Rp. 200,8 triliun pada triwulan I/2020 menjadi Rp. 193,3 triliun pada triwulan II/2020.

65 persen PDB Indonesia dipengaruhi oleh sektor industri, pertanian, perdagangan, kontruksi, dan pertambangan.

Pergerakan di antara lima sektor ini akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada triwulan II ini hanya satu sektor, yakni pertanian, sementara empat sektor besar lainnya mengalami kontraksi.

Baca Juga: Harga Emas Naik Rp 11.000

Kontribusi industri pertambangan dan penggalian terhadap PDB juga mengalami penurunan.

Pada kuartal kedua tahun ini kontribusinya turun menjadi 6,28 persen.

Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya kontribusi industri pertambangan dan penggalian mencapai 7,39 persen terhadap total PDB.