Perpres Demi Tangani Tambang Ilegal!

Pemerintah akan mengeluarkan peraturan presiden (Perpres) demi tangani tambang ilegal di Indonesia. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya bencana yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten.

“Kedepannya tambang itu harus dihentikan, kita sedang merencanakan penutupan. Langkah yang akan kita lakukan nanti sudah ada, mungkin akan dikeluarkan Perpres,” kata Wakil Presiden Maruf Amin usai mengunjungi korban banjir di Lebak, Banten. Kamis (30/1/2020).

Perpres-Demi-Tangani-Tambang-Ilegal
Perpres Demi Tangani Tambang Ilegal

Menurut Maruf Amin, penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak tidak hanya merusak alam dan menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Melainkan, markurinya dapat mencemari air sungai yang dimanfaatkan masyarakat.

“Tambang ilegal yang merusak, bukan hanya merusak, menimbulkan longsor. Tapi, merkurinya juga merusak saluran air bersih ke sungai Ciberang, Cidurian dan Ciujung,” ujar Maruf Amin.

Maruf Amin menegaskan bahwa penutupan tambang bukan hanya di wilayah Lebak, Banten saja tapi di seluruh wilayah di Indonesia.

Baca Juga : Antam, Pionir Hilirisasi Pertambangan Berorientasi Ekspor

“Nanti akan ada rapat koordinasi di kantor wapres untuk tindak lanjutnya,” kata Wapres.

Maruf Amin juga melakukan penanaman pohon Jambu Jamaika alias Jambu Bol atau Syzygium malaccense di area gedung negara, Pemerintah Kabupaten Lebak Banten.

“Kemudian penanaman pohon untuk menahan pemilihan kembali, menahan longsor, dan penanganan paska bencana,” tandasnya.