Permintaan China Dongkrak Harga Batu Bara

Permintaan China Dongkrak Harga Batu Bara

Permintaan-China-Dongkrak-Harga-Batu-Bara
Permintaan China Dongkrak Harga Batu Bara

Pekan kemarin permintaan batu bara China berhasil mendongkrak naik harga komoditas emas hitam tersebut. Namun perjalanan harga batu bara masih mengalami turbulensi yang cukup kuat.

Pada pekan ini, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) naik 0,75%. Memulai pekan di US$ 53,6/ton, tertinggi sejak 9 Juni, harga kemudian turun selama dua hari beruntun. Untung tiga hari kemudian harga terus-menerus naik sehingga secara mingguan masih ada kematian.

Permintaan dari China lagi-lagu mendongkrak harga batu bara. Sepanjang Juni, batu bara impor yang masuk ke pelabuhan di China mencapai 29,53 miliar ton. Ini menjadi rekor tertinggi setidaknya sejak 2015.

Sejumlah data di China menunjukkan bahwa perekonomian Negeri Panda terus membaik setelah dihantam pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Produksi industri pada Mei 2020 tumbuh 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Lebih tinggi ketimbang pertumbuhan pada bulan sebelumnya yaitu 3,9% YoY.

Sementara tingkat pengangguran pada Mei berada di 5,9%. Turun sedikit ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 6%.

Kemudian penjualan ritel pada Mei memang masih terkontraksi (tumbuh negatif) -2,8% YoY. Namun kontraksinya menipis dibandingkan bulan sebelumnya yakni -7,5%.

Lalu penjualan mobil pada Mei tercatat 2,19 juta unit, melonjak 14,5% YoY. Penjualan mobil tumbuh positif dalam dua bulan beruntun.

Baca Juga: 5 Pertimbangan Sebelum Membeli Emas

Berbagai data tersebut menunjukkan bahwa roda ekonomi di China sudah berputar lagi, meski dalam laju yang masih perlahan. Namun itu sudah cukup untuk membuat konsumsi energi meningkat, termasuk listrik.

Pembangkit listrik di China didominasi oleh yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi. Maka begitu kebutuhan listrik meningkat, kebutuhan batu bara pun ikut terangkat.

Dengan posisinya sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia, peningkatan permintaan dari China sudah mampu mempengaruhi harga.