Perhiasan Cantik Dari Batu Bara

Perhiasan Cantik Dari Batu Bara

Perhiasan-Cantik-Dari-Batu-Bara
Perhiasan Cantik Dari Batu Bara

Alvinska bercerita mengenai awal mula ia memulai bisnis perhiasan berbahan batu bara yang ia beri nama Legam.

Suatu ketika, ia mendapatkan kesempatan mengunjungi Sawah Lunto di Sumatera Barat.

“Itu sekitar lima jam dari Padang. Saya mencoba mencari potensi alam yang ada di sana,” kata Alvinska membuka perbincangan, Kamis, 2 Januari 2020.

Siapa sangka barang bekas bisa bernilai tinggi jika kita mengelolanya dengan baik. Seperti yang dilakukan Alvinska Octaviana, mojang asal Bandung, Jawa Barat ini.

Ia berhasil menyulap batu bara menjadi perhiasan cantik. Harganya jangan ditanya.

Berkat kreasinya, bahan bakar yang tertanam di perut bumi itu bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dalam jumlah besar.

Dengan bekal disiplin ilmu teknik sipil yang didapat di kampusnya, dara manis itu mencoba mengolah batu bara untuk pewarna tekstil.

Pada saat melakukan penelitian, Alvinska bertemu dengan seorang pematung dengan bahan dasar batubara.

“Perajin itu mengolah batu bara sampai detail sekali di patung hasil karyanya. Perajin itu biasanya membuat patung yang besar-besar sekali,” terang Alvinska.

Ia mulai tertarik mengolah batu bara. Fokus perhatiannya dialihkan ke situ.

Hanya saja, untuk membuat patung dari batu bara biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan lamanya.

Baginya, pengerjaan selama itu bukan waktu yang sebentar. Ia memeras otak agar batu bara ini bisa diolah dengan waktu cepat dan kontinuitas yang berkesinambungan. Ide pun datang.

Ia meminta si perajin membuat batu bara itu dalam bentuk kecil-kecil. Hasilnya menggembirakan. Batu bara hasil olahan si perajin sangat ciamik.

Baca Juga: Harga Emas Pagi Ini Kembali Turun

Alvinska kemudian mulai beralih mengolah batu bara dari untuk pewarna tekstil ke perhiasan. Ia membuat desain dan memadukannya dengan batu bara yang dibuat si perajin.

“Jadi aku berperan hanya membuat desain. Sementara batu bara tetap dibuat si perajin. Kami berkolaborasi dengan mereka,” kata Alvinska.