Perhapi Sepakat Produksi Batu Bara Mesti Dikendalikan

Perhapi Sepakat Produksi Batu Bara Mesti Dikendalikan

Perhapi-Sepakat-Produksi-Batu-Bara-Mesti-Dikendalikan
Perhapi Sepakat Produksi Batu Bara Mesti Dikendalikan

Tren harga sedang tertekan akibat kelebihan pasok batu bara di pasar dan lesunya permintaan batu bara.

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia menilai pengendalian produksi merupakan kunci agar harga batu bara tak tertekan.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli berpendapat bahwa harga acuan batu bara (HBA) yang makin menurun memang merupakan cerminan lesunya pasar batu bara akibat pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia.

Tren harga sedang tertekan akibat kelebihan pasok batu bara di pasar dan lesunya permintaan batu bara.

Hal itu terutama dari negara importir batu bara terbesar saat ini seperti China dan India yang merupakan negara pengimpor batu bara terbesar Indonesia yakni sekitar 60 persen.

“Selain itu, konsumsi batu bara domestik juga turun sekitar 11 persen hingga 15 persen akibat lemahnya permintaan listrik industri terutama di Pulau Jawa akibat kebijakan PSBB [pembatasan sosial skala besar],” ujarnya.

Baca Juga: Harga Batu Bara di ICE Eropa Tertinggi dalam Sebulan

Pada 2019, China mengimpor batu bara dari Indonesia sekitar 144 juta ton dan India sekitar 116 juta ton sehingga total 422 juta ton.