Perdagangan Harga Batu Bara Perdana 2021 Turun Tipis

Perdagangan Harga Batu Bara Perdana 2021 Turun Tipis
Perdagangan Harga Batu Bara Perdana 2021 Turun Tipis

Pada perdagangan perdana di 2021, harga kontrak futures (berjangka) batu bara termal Newcastle turun tipis ditutup dengan koreksi.

Kendati melemah harga kontrak yang aktif ditransaksikan masih di atas US$ 80/ton. 

Pada Senin (4/1/2021), harga kontrak batu bara termal ICE Newcastle yang berakhir 26 Februari 2021 tersebut turun 0,43% ke US$ 81,4/ton. 

Harga si batu legam terus mengalami penurunan sejak mencetak rekor tertingginya di US$ 85,5/ton jelang penutupan tahun 2020.

Koreksi yang terjadi kali ini merupakan koreksi yang sehat mengingat harga komoditas unggulan Indonesia dan Australia tersebut sudah melesat sejak pertengahan bulan Oktober tahun lalu. 

Kenaikan harga batu bara tak lepas dari bangkitnya ekonomi China.

Ketika negara-negara lain mengalami resesi, ekonomi Negeri Tirai Bambu justru mengalami pertumbuhan.

Pemulihan ekonomi yang cepat di China membuat permintaan terhadap batu bara meningkat seiring dengan kenaikan konsumsi listrik dan geliat sektor manufaktur. 

Di saat yang sama, pasokan batu bara lokal justru sedang ketat-ketatnya sehingga harga batu bara domestik China mengalami kenaikan pesat.

Mengacu pada data Refinitiv, harga batu bara termal acuan Qinhuangdao 5.500 Kcal/kg tembus ke RMB 743/ton minggu lalu. 

Harga batu bara tersebut jauh lebih tinggi dari rentang target yang ditetapkan oleh pemerintah China di RMB 500 – 570 per ton. 

Baca Juga: Intip 5 Perusahaan Tambang Terbesar di Dunia!

Untuk menurunkan harga dan memenuhi permintaan domestik, pemerintah China terus berupaya menggenjot produksinya dan menginstruksikan kepada perusahaan utilitas untuk mengimpor batu bara dari berbagai negara, kecuali Australia yang mendapatkan perlakukan khusus.