Penyebaran Virus Corona Bikin Harga Minyak Dunia Susut

Harga minyak mentah dunia susut pada perdagangan Kamis (5/3). Harga minyak mentah turun karena wabah virus corona tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan, sehingga memicu kekhawatiran pelemahan ekonomi global.

Penyebaran-Virus-Corona-Bikin-Harga-Minyak-Dunia-Susut
Penyebaran Virus Corona Bikin Harga Minyak Dunia Susut

Mengutip Antara, Jumat (6/4), minyak mentah berjangka Brent turun US$1,14 atau 2,2 persen ke posisi US$49,99 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melemah 88 sen atau 1,9 persen menjadi US$45,9 per barel.

Wabah virus corona telah meluas ke beberapa negara di luar China. Korban meninggal akibat virus corona di seluruh dunia mencapai 3.254 orang hingga Kamis (5/3). Sementara, infeksi virus corona secara global tercatat mencapai 95.124 orang.

Akibatnya, beberapa lembaga memangkas pertumbuhan permintaan minyak mentah pada tahun ini. Rystad Energy yang berbasis di Oslo, Norwegia, memperkirakan permintaan minyak global tumbuh sebesar 500 ribu barel per hari (bph), turun dari prediksi pada Februari lalu sebesar 820 ribu bph.

Sementara itu, sebuah sumber menuturkan OPEC telah sepakat untuk menambah potongan produksi minyak mentah sebesar 1,5 juta bph pada kuartal II 2020. Ini merupakan pemangkasan terdalam sejak krisis keuangan 2008.

OPEC Tunggu Keputusan Rusia

Namun, kesepakatan itu menunggu keputusan Rusia. Untuk diketahui, OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, atau dikenal sebagai OPEC+ bertemu di Wina, Austria pada 5-6 Maret. Mereka membahas kelanjutan pemangkasan produksi akibat penyebaran virus corona. Kelompok itu telah memotong produksi hingga 2,1 juta bph.

Baca Juga: Wisata Tambang Batu Bara Ombilin

Sejauh ini, lanjut sumber, Rusia mengindikasikan mereka akan mendukung perpanjangan pengurangan produksi. OPEC tengah berusaha membujuk Rusia untuk menambah pemangkasan produksi guna menopang harga. Rusia dikenal kerap memberikan kesepakatan pada menit terakhir.

“Negosiasi OPEC+ besok cenderung lebih kontroversial. Risiko pandemi telah meningkat pada minggu lalu, dan ini dapat membujuk Rusia untuk menyetujui pemotongan tambahan,” kata Analis Capital Economics.

Analis meramal pasar minyak global mengalami kelebihan pasokan pada kuartal II 2020 karena permintaan merosot. Senada, Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan pasar akan menghadapi surplus pasokan.

“OPEC dan non-OPEC perlu melakukan semua upaya untuk menyeimbangkan pasar,” tandasnya.