Penjualan Mobil Listrik RI Bisa Sentuh 20 Juta Unit!

Penjualan Mobil Listrik RI Bisa Sentuh 20 Juta Unit!

Penjualan Mobil Listrik RI Bisa Sentuh 20 Juta Unit!
Penjualan Mobil Listrik RI Bisa Sentuh 20 Juta Unit!

Penjualan kendaraan listrik di Indonesia berpotensi tembus 20 juta unit pada 2050 bila skenario transisi energi baru terbarukan berjalan.

Penjualan EV (kendaraan listrik) pada skenario green energy transition (GT/ transisi energi baru terbarukan) mencapai hampir 20 juta kendaraan pada 2050.

Sedangkan, pada skenario Market Driven diperkirakan sekitar 15 juta kendaraan.

Semakin meningkatnya penjualan kendaraan listrik, maka akan berdampak pada peningkatan kebutuhan baterainya.

Pada 2050 kebutuhan baterai kendaraan listrik diperkirakan mencapai 198 Giga Watt hours (GWh), bila dihitung berdasarkan skenario transisi energi baru terbarukan.

Sementara bila hanya dilakukan berdasarkan bisnis biasa (Business as Usual/ BAU), maka kebutuhan baterai diperkirakan hanya mencapai 34 GWh pada 2050.

Jumlah kebutuhan baterai pada 2050 tersebut diperkirakan meningkat dari 2030 yang berpotensi mencapai 41 GWh dengan skenario transisi energi dan 2 GWh pada skenario bisnis biasa.

Semakin besarnya permintaan baterai kendaraan listrik, maka diperkirakan biaya komponen baterai pada kendaraan listrik juga akan semakin menurun.

Hal ini bisa dilihat dari tren biaya baterai pada 2019 turun sebesar 87% menjadi US$ 156 pada 2019 dari US$ 1.183 pada 2010 lalu.

Battery cost mengalami penurunan hingga lebih dari 80% selama sembilan tahun terakhir.

Baca Juga: MIND ID Targetkan Freeport Setor Dividen US$700 Juta

Sementara bila dilihat dari rencana produksi baterai di Indonesia, dari Indonesia Battery Holding menurutnya bisa memasok hingga 140 GWh pada 2029, naik dari 2025 sekitar 30 GWh.

Indonesia Battery Holding merencanakan pembangunan pabrik baterai dengan kapasitas 140 GWh.