Pengusaha Minta Pemerintah Kendalikan Produksi Batu Bara

Pengusaha Minta Pemerintah Kendalikan Produksi Batu Bara

Pengusaha-Minta-Pemerintah-Kendalikan-Produksi-Batu-Bara
Pengusaha Minta Pemerintah Kendalikan Produksi Batu Bara

Angka positif Covid-19 yang tidak kunjung memperlihatkan grafik baik membuat kalangan pengusaha batu bara menyusun ulang kembali kinerja perusahaan.

Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) meminta pemerintah untuk mengendalikan produksi batu bara dalam negeri ini.

Penyebabnya, permintaan luar dan dalam negeri sedang melemah, sehingga menimbulkan oversupply dan akhirnya harga di pasaran.

“Supaya ada balance supply dan demand,” kata Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020.

Tahun ini, produksi batu bara ditargetkan sebesar 550 juta ton. 150 masuk ke pasar dalam negeri alias Domestic Market Obligation (DMO). Hanya saja, permintaan dalam negeri juga sedang turun.

APBI memprediksi serapan hingga akhir tahun hanya 115 sampai 120 juta ton. Di sisi lain, ekspor juga belum memuaskan. Sampai 31 Mei 2020, realisasi ekspor baru mencapai 175,15 juta ton, dari target 400 juta ton.

Baca Juga: Produksi Batu Bara Diproyeksi Masih Capai Target

Meski demikian, Hendra sadar tidak mudah mengendalikan produksi dalam negeri.

Lantaran di tengah turunnya harga saat ini, sebagian produksi bahkan ada yang tetap menggenjot produksi.