Pengusaha Apresiasi Insentif Hilirisasi Omnibus Law

Pengusaha Apresiasi Insentif Hilirisasi Omnibus Law

Pengusaha Apresiasi Insentif Hilirisasi Omnibus Law
Pengusaha Apresiasi Insentif Hilirisasi Omnibus Law

Penyediaan insentif dari pemerintah terkait royalti 0% bagi emiten tambang yang melakukan kegiatan peningkatan nilai tambah batubara di dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja mendapat tanggapan dari sejumlah perwakilan pelaku industri pertambangan nasional.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengapresiasi atas pemberian royalti 0% bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis hilirisasi batubara.

Pasalnya, sudah menjadi fakta untuk membangun infrastruktur dan teknologi di sektor hilir batubara dibutuhkan investasi yang besar.

Insentif tersebut tentu akan membuat investasi peningkatan nilai tambah batubara menjadi lebih ekonomis dan layak secara bisnis.

“Kata kuncinya di nilai ekonomis. Insentif yang diberikan harus bisa berdampak ke situ,” imbuh dia ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (6/10).

Dia juga menilai, insentif royalti 0% hanyalah salah satu insentif yang bisa berpengaruh pada percepatan hilirisasi batubara.

Masih ada beberapa insentif yang dapat diberikan kepada pelaku usaha, baik secara fiskal seperti pengurangan PPN atau pemberlakuan tax holiday maupun secara non fiskal seperti kepastian perizinan lahan atau kebijakan harga produk hilir batubara.

Insentif-insentif seperti itu memang perlu disiapkan secara menarik lantaran investasi di sektor hilir batubara bersifat jangka panjang atau lebih dari 20 tahun.

Baca Juga: Flora yang Bisa Jadi Energi Nabati

Dengan begitu, pelaku usaha butuh kemudahan dan payung hukum yang pasti dalam melakukan kegiatan bisnis.

“Kalau insentif-insentif yang diberikan menarik dan konsisten penerapannya, tanpa dipaksa pun investor akan masuk. Sejauh ini kan belum banyak yang mau garap hilirisasi batubara,” terang Hendra.