Pengamat: Kenaikan Produksi Batu Bara RI sebaiknya Ditunda

Must read

Sejumlah pengamat menyarankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menunda penambahan kuota produksi batu bara tahun ini. Hal ini seiring dampak tsunami Covid-19 yang tengah melanda India.

Direktur Center for Indonesian Resources Strategic Studies (Cirrus) Budi Santoso mengatakan, India merupakan konsumen batu bara Indonesia yang cukup signifikan. Sehingga, krisis kesehatan yang terjadi di negara itu diperkirakan akan mempengaruhi harga batu bara.

“Sebaiknya pemerintah menahan dulu peningkatan ekspor karena kontraksi ekonomi (India) pasti terjadi, sampai kondisi wabah Covid-19 ini bisa diprediksi,” kata pada Senin (3/5/2021).

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Mining Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo memahami kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 mendorong pemerintah untuk meningkatkan kuota produksi batu bara untuk ekspor sebesar 75 juta ton. 

Hal ini menurutnya penting dilakukan untuk meningkatkan pendapatan devisa dan sekaligus Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Lebih lanjut, ia berpendapat, tambahan 75 ton produksi relatif akan mudah diakomodir oleh pelaku usaha tambang, mengingat ruang untuk menambah produksi pun bisa dilakukan dengan cepat. Namun, yang menjadi persoalan adalah penambahan kuota produksi nasional turut mempengaruhi pasar global. 

Kendati demikian, Singgih menuturkan, keputusan menambah kuota produksi batu bara sebesar 75 juta ton sebagai keputusan politik yang harus diterima di tengah kondisi keuangan negara yang seret akibat pandemi Covid-19. Ia berharap, jangan sampai keputusan tersebut justru menekan harga batu bara. 

Baca Juga : Tahan Banting! Harga Batu Bara Kuat meski Covid India Tinggi

“Kementerian ESDM juga memiliki pekerjaan rumah untuk mengontrol produksi batu bara pada batasan sekitar 625 juta ton. Produksi nasional bisa naik jauh di atas ketetapan pemerintah jika tidak dilakukan kontrol,” pungkasnya.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article