Penerimaan Pajak dari Sektor Pertambangan Melonjak 38 Persen

0
108
Penerimaan Pajak dari Sektor Pertambangan Melonjak 38 Persen
Penerimaan Pajak dari Sektor Pertambangan Melonjak 38 Persen

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani melaporkan penerimaan pajak dari sektor pertambangan pada Januari-September 2021 melonjak 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Jauh membaik ketimbang sembilan pertama 2020 yang ambles 42,7% yoy.

Sementara pada kuartal III-2021, penerimaan pajak dari sektor pertambangan melesat 317,6% yoy. Jauh membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yang terkontraksi (tumbuh negatif) 18% yoy.

“Boom harga komoditas mulai terlihat pada kuartal III. Sepertinya akan bertahan sampai awal tahun depan,” ujar Sri Mulyani, Senin (25/10/2021).

Perdagangan menjadi sektor lain yang mengalami pertumbuhan penerimaan pajak yang tinggi. Pada sembilan bulan pertama 2021, pajak dari sektor ini tumbuh 20,3% yoy. Pada Januari-September 2021, terjadi kontraksi 18,5% yoy.

Untuk kuartal III-2021, setoran pajak sektor perdagangan naik 40,4% yoy. Naik dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yaitu 30,3% yoy.

“Membaiknya sektor industri dan perdagangan ditopang oleh pulihnya permintaan global dan domestik yang mendorong peningkatan produksi, konsumsi, ekspor, dan impor,” kata Sri Mulyani.

Kemudian pertumbuhan penerimaan pajak di sektor informasi dan komunikasi juga naik signifikan, yaitu 17,7% pada Januari-September 2021. Membaik dibandingkan Januari-September 2020 yang minus 4,1%.

Baca Juga : Ekspor Indonesia Tumbuh Pesat Ditopang Sektor Pertambangan

Pada kuartal III-2021, setoran pajak dari sektor informasi dan komunikasi tumbuh 20,6% yoy. Naik tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 6,2% yoy.

“Sektor informasi dan komunikasi melanjutkan pertumbuhan pada kuartal III sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam menyesuaikan aktivitas di masa pandemi,” tutur Sri Mulyani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here