Penambang Batu Bara Kini Semakin Untung

Penambang Batu Bara Kini Semakin Untung
Penambang Batu Bara Kini Semakin Untung

Saat ini perusahaan penambang yang bergerak di baru bara menjadi semakin untung sebab baik harga dan permintaan batu bara sedang mengalami kenaikan. 

Kenaikan harga batu bara membuat perusahaan batu bara berebut cuan pada awal tahun 2021 ini. 

Kenaikan harga ini didukung naiknya permintaan dari Tiongkok yang kesulitan mendapatkan pasokan dari dalam negerinya.

Dari tahun ke tahun, tren harga batu bara akan naik di akhir tahun karena ada peningkatan permintaan di musim dingin. 

Apalagi, ekonomi China kini semakin pulih sehingga membuat permintaan batu bara semakin besar.

China yang sekarang kesulitan (pasokan batu bara) dalam negeri sehingga harga domestiknya tinggi lebih baik melakukan impor untuk menjaga harga listrik.

Kenaikan harga batu bara diperkirakan masih akan menguat selama kuartal I ini. 

Pada Februari nanti, diprediksi permintaan batu bara juga akan meningkat mengingat ada momen tahun baru China.

Selain itu, harga komoditas emas hitam itu juga naik karena adanya pembatasan kuota impor dari Australia sehingga suplai batu bara ke Tiongkok menipis.

Indonesia belum bisa mengisi peran dari Australia untuk suplai batu bara karena kualitas batu bara yang RI tidak sesuai.

Indonesia hanya 4.000-5.000 Gar, sedangkan Batu bara Australia berkalori 8.000-9.000 Gar kualitasnya.

Sementara, di China tantangannya masih sama, yaitu keterbatasan pasokan dalam negeri.

Baca Juga: APBI: Produksi Batu Bara RI 2021 Akan Naik Dari 2020

Saat ini perusahaan batu bara tengah mencari pendapatan dari kenaikan harga batu bara, apalagi melihat pasokan dalam negeri juga masih aman. 

Seperti diketahui, pemerintah mewajibkan minimal 25% dari produksi batu bara yang diproduksi dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pasokan dalam negeri untuk keterlistirkan 80% sudah terkontrak, oleh tujuh sampai delapan perusahaan sehingga pasokan dalam negeri masih bisa terpenuhi.