Pemerintah Tekan Impor dengan Diversifikasi Energi

Must read

Pemerintah saat ini tengah fokus menekan ketergantungan impor energi dengan melakukan diversifikasi energi atau melalui penganekaragaman penyediaan dan pemanfaatan berbagai sumber energi.

Hal ini salah satunya adalah dengan mengalihkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke energi yang bersumber di dalam negeri.

Direktur Eksekutif ReForminer Institute Komaidi Notonegoro menyatakan, meskipun dalam masa pandemi Covid-19, tren konsumsi LPG tetap meningkat.

Selain penggunaannya terus membesar, produksi LPG di dalam negeri juga cenderung rendah.

Agar impor tidak terus naik, pemerintah diminta terus mengoptimalkan sumber-sumber energi di dalam negeri. 

“Untuk LPG, produksi dalam negeri sekitar 30 %, jadi mayoritas impor 70 %,” kata Komaidi pada Rabu (7/4/2021).

Apabila pemerintah tidak berani melakukan perubahan ini, dikhawatirkan impor LPG akan semakin tinggi dan menjadi beban pemerintah di masa depan karena harga jualnya disubsidi.

Menghimpun data proyeksi Kementerian ESDM, impor LPG sampai tahun 2024 akan mencapai 11,98 juta ton.

Sementara produksi LPG hanya berkisar 1,97 juta ton per tahun. Kapasitas produksi kilang LPG di dalam negeri sendiri ditargetkan sekitar 3,98 juta ton pada 2024.

Akibat arus impor LPG yang kian membesar, khusus di tahun 2021 saja pemerintah terpaksa mengalokasikan subsidi hingga senilai Rp 37,85 triliun.

Besarnya angka subsidi LPG tersebut sejatinya dapat dipakai untuk membiayai proyek infrastruktur gas bumi.

Dalam nada yang sama, pakar Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, mengungkapkan, penggunaan LPG harus digantikan karena mayoritas masih impor.

Salah satu pilihannya adalah dengan menggenjot Jaringan Gas (Jargas).

Ia turut menilai, pembangunan infrastruktur Jargas akan memakan biaya yang besar, namun jumlah APBN masih terbatas.

Baca Juga: RI Bakal Ekspor Batu Bara 160 Juta Ton ke China Pada 2021

Terutama untuk membangun pipa yang menghubungkan sumber gas ke rumah-rumah.

Kendati demikian, pembangunan harus tetap dilakukan sebagai investasi di masa depan.

Maka dari itu pemerintah harus serius dan konsisten dalam mendorong pembangunan infrastruktur. 

Selain sumber gas bumi masih sangat besar, selama ini penggunaan gas bumi terbukti lebih efisien dan aman.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article