Pemerintah Targetkan Tambah 4 Smelter Baru di 2021

Must read

Pemerintah Targetkan Tambah 4 Smelter Baru di 2021

 

Pemerintah-Targetkan-Tambah-4-Smelter-Baru-di-2021

Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan nilai tambah sektor pertambangan mineral dan batu bara melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter.

Tahun 2021, pemerintah targetkan akan menambah 4 smelter baru yang beroperasi. Jadi, jumlahnya akan bertambah dari hanya 19 di tahun 2020 menjadi 23 smelter di 2021. 

Sementara smelter untuk komoditas lainnya tidak berubah, dengan rincian tembaga 2 smelter, bauksit 2 smelter, besi 1 smelter, dan mangan 1 smelter.

Pada 2021, dari total target 23 smelter yang akan beroperasi, ada 16 smelter nikel, 2 smelter tembaga, 2 smelter bauksit, 1 smelter besi, 1 smelter mangan, dan 1 smelter timbal dan seng.

Sampai dengan 2024 mendatang, pemerintah menargetkan sebanyak 53 smelter beroperasi. Artinya, dibutuhkan 34 smelter baru selama empat tahun mendatang.

Jumlah smelter yang ditargetkan beroperasi hingga 2024 tersebut antara lain 23 smelter pada 2021, naik menjadi 28 smelter pada 2022, lalu diperkirakan melesat menjadi 53 smelter pada 2023-2024 . 

Pada 2024 smelter yang ditargetkan telah beroperasi, yakni 4 smelter tembaga, 30 smelter nikel, 11 smelter bauksit, 4 smelter besi, 2 smelter mangan, serta 2 smelter timbal dan seng.

Baca Juga: Smelter Nikel Mulai Dibangun di KEK Palu

Kebutuhan investasi untuk membangun 53 smelter sampai dengan 2024 tersebut yakni mencapai US$ 21,59 miliar, dengan rincian investasi smelter nikel sebesar US$ 8 miliar, bauksit sebesar US$ 8,64 miliar, besi sebesar US$ 193,9 juta, tembaga US$ 4,69 miliar, mangan sebesar US$ 23,9 juta, dan timbal dan seng sebesar US$ 28,8 juta.

Sayangnya, pandemi Covid-19 mengakibatkan sejumlah proyek pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tertunda. Puluhan smelter mineral tertunda dan terhenti proses pembangunannya akibat pandemi Covid-19..

Tertundanya pembangunan smelter ini karena suplai bahan baku dan tenaga kerja terhenti dan sejumlah negara pemasok teknologi smelter melakukan penguncian wilayah (lockdown) sehingga membatasi mobilitas modal.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article