Pemerintah RI Akan Naikkan Kuota Batu Bara di 2021

Pemerintah RI Akan Naikkan Kuota Batu Bara di 2021

Pemerintah-RI-Akan-Naikkan-Kuota-Batu-Bara-di-2021
Pemerintah RI Akan Naikkan Kuota Batu Bara di 2021

Tahun ini pemerintah menetapkan kuota batu bara menjadi 550 juta metrik ton.

Lebih rendah dibandingkan dengan realisasi 2019 yang mencapai 610 juta metrik ton.

Lembaga pemeringkat Global S&P memproyeksikan pemerintah akan meningkatkan kuota produksi batu bara pada 2021. Seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi usai pandemi COVID-19.

Potensi kenaikan kuota produksi pada 2021 ini pun akan memberikan dampak positif bagi perusahaan batu bara dalam negeri.

Salah satunya yakni PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) dan dua anak usahanya PT. Arutmin Indonesia dan PT. Kaltim Prima Coal.

Dengan kenaikan kuota produksi maka Arutmin dan KPC bisa meningkatkan pendapatkan dan menghasilkan arus kas yang stabil bagi BUMI, dan mempercepat pembayaran bunga dan pokok kewajibannya pada 2021-2022.

Selain kenaikan kuota, jika Arutmin segara mendapatkan kepastian perizinan IUPK maka bisa menurunkan biaya produksi.

S&P pun optimistis pemerintah RI akan memberikan IUPK paling lambat November 2020, mengingat peran BUMI terhadap pendapatan negara.

“Kami percaya kecil kemungkinan izin tidak diperpanjang karena peran BUMI terhadap pasar domestik, dan kontribusinya mencapai US$ 230-250 juta per tahun pada pendapatan negara,” tulis S&P dalam rilisnya, Rabu (29/04/2020).

Baca Juga: Proyek Smelter Tertunda Akibat Covid-19

Direktur dan Sekretaris Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan masih menunggu keputusan final dan resmi dari pemerintah untuk konversi PKP2B menjadi IUPK.

“Kami berharap keputusannya bisa segera diumumkan,” kata Direktur dan Sekretaris Bumi Resources Dileep Srivastava.