Pemerintah Kembangkan Cold Storage Energi Surya

Pemerintah Kembangkan Cold Storage Energi Surya

Pemerintah Kembangkan Cold Storage Energi Surya
Pemerintah Kembangkan Cold Storage Energi Surya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengembangkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk lemari pendingin di sektor perikanan.

Hal ini bertujuan untuk menunjang kegiatan perekonomian berbasis kemaritiman dengan melibatkan Kementerian terkait.

Pilot project dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung PLTS cold storage yang selama ini masih mengandalkan listrik dari PLN.

Ada peluang penghematan dari pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Ditjen EBTKE sedang menyusun program pengembangan klaster ekonomi maritim dengan mengidentifikasi potensi pengembangan EBT hingga pembahasan bentuk usaha penyediaan tenaga listrik.

Hal tersebut diharapkan dapat selesai pada Agustus 2020 nanti.

Khusus di sektor kelautan dan perikanan, cold storage menjadi salah satu yang paling potensial untuk digarap dengan memanfaatkan energi surya.

Dari data yang ada, tercatat sebanyak enam perusahaan yang memiliki cold storage dengan total kapasitas 3.850 ton membutuhkan listrik sebesar 1.721 kVA.

Potensi lain yang bisa dikembangkan dalam skala mikro adalah PLTS Atap.

Kondisi ini semakin dipermudah mekanisme pembangunan pembangkit tersebut oleh pemerintah. Di Indonesia mekanismenya sangat sederhana.

Hanya memasang meteran solar PV rooftop, ada meteran ekspor impor, selisih ekspor impor itulah yang dibayar oleh pelanggan.

Baca Juga: Pemerintah Didesak Buka Detil Kontrak Tambang

Minat masyarakat pun terhadap PLTS Atap terus mengalami pertumbuhan.

Hingga akhir Desember 2019, tercatat ada lebih dari 900 dari 1673 pelanggan pasang baru PLTS Atap sejak peraturan tersebut diterbitkan pada Desember 2018.