Pemerintah Ingin Adopsi Teknologi EBT Finlandia

Pemerintah Ingin Adopsi Teknologi EBT Finlandia

Pemerintah Ingin Adopsi Teknologi EBT Finlandia
Pemerintah Ingin Adopsi Teknologi EBT Finlandia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ingin Indonesia mengadopsi teknologi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang saat ini digunakan Finlandia.

Teknologi EBT milik Finlandia dinilai merupakan yang terbaik kedua di Eropa dengan harga yang cukup kompetitif.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mengatakan Finlandia saat ini memiliki teknologi pembangkit listrik tenaga diesel yang bisa tetap bisa beroperasi menggunakan minyak nabati.

Pemerintah ingin PLN bekerja sama dengan Finlandia untuk mengonversi seluruh penggunaan diesel menjadi minyak nabati, yang ditargetkan 1,8 Gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan. Hanya saja, teknologi itu tentu harus efisien, sehingga nilai jual listrik PLN tidak berubah. 

Tak hanya teknologi pembangkit diesel, pemerintah berharap Finlandia juga bisa membawa teknologi biomassa ke Indonesia.

Sebab, menurut Rida, Finlandia memiliki boiler yang bisa mencampur bahan bakar biomassa dengan bahan bakar lain.

Sebagai contoh, boiler Finlandia bisa mencampur biomassa dari sampah organik dan kemudian bisa dicampur ke pembangkit listrik tenaga uap.

Bahkan, dengan teknologi ini, campuran biomassa dengan batu bara bisa mencapai 70 persen berbanding 30 persen. 

Kerja sama ini perlu ditindaklanjuti karena Indonesia dan Finlandia telah menyepakati proyek EBT ketika Presiden Finlandia Sauli Väinämö Niinistö bertemu Presiden Joko Widodo 2015 silam.

Selain itu, perusahaan asal Finlandia, Wärtsilä sebelumnya juga telah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

Baca Juga: Saham Tambang Nikel Kembali Bersinar

Finlandia adalah salah satu negara yang terhijau. Tapi juga listriknya dengan harga yang murah, itu kan artinya datang dari teknologi yang murah juga. Kami berharap itu bisa dibawa ke Indonesia.

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2017 hingga 2026, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) akan naik dari 11,9 persen ke angka 22,4 persen 10 tahun mendatang.

Sementara itu, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi EBT di dalam bauran energi hingga akhir tahun lalu baru 11,27 persen.