Pemerintah Ikut Ngebor Geothermal Demi investor

Pemerintah Ikut Ngebor Geothermal Demi investor

Pemerintah Ikut Ngebor Geothermal Demi investor
Pemerintah Ikut Ngebor Geothermal Demi investor

Pengembangan listrik dari panas bumi (geothermal) memiliki risiko tinggi, sehingga membuat biaya untuk investasinya pun tinggi.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM, berupaya meningkatkan iklim investasi sektor panas bumi ini dengan cara ikut berbagi risiko dengan investor melalui turut melakukan pengeboran eksplorasi panas bumi.

Demi menarik investasi geothermal, pemerintah akan menyediakan insentif fiskal, pengecualian bea masuk, dan lainnya.

Demi mengurangi risiko eksplorasi investor, pemerintah juga sudah memperkenalkan skema di mana eksplorasi dilakukan oleh pemerintah dengan turut melaksanakan kegiatan pengeboran.

Selain itu, saat ini pemerintah pun sedang menyiapkan kebijakan regulasi terkait harga panas bumi agar menarik kembali investasi tambahan di sektor panas bumi.

Pemerintah terus membuat inovasi dengan memberikan peluang pada pengembangan panas bumi di hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konversi.

Demi meminimalkan sengketa pemerintah menyarankan pada pengembang untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

Saat ini Indonesia sedang bertransformasi dari energi kotor ke energi terbarukan.

Indonesia menurutnya memiliki potensi besar untuk geothermal di mana potensinya mencapai 23,9 giga watt (GW) untuk bisa dikembangkan.

Akan tetapi, realisasinya hingga saat ini baru 2,13 GW atau 8,9% saja.

Selain geothermal, Indonesia juga memiliki potensi sumber energi baru terbarukan lainnya yang tak kalah besar.

Seperti potensi hydro sebesar 75 GW dengan realisasi baru 6,08 GW atau 8,1%, potensi bioenergi 32,6 GW dan realisasinya baru 1,89 GW.

Baca Juga: Pertimbangan Penting Antam Garap Emas Papua

Sementara potensi energi angin mencapai 60,6 GW dengan realisasi 0,15 GW atau 0,25%.

Kemudian solar panel memiliki potensi sebesar 207,8 GWp dengan realisasi baru 0,14 GWp atau baru 0,07%.

Serta potensi laut 17,9 GW namun belum dimanfaatkan sama sekali.