Pemerintah Dorong Pemanfaatan EBT di Bandara

Pemerintah Dorong Pemanfaatan EBT di Bandara

Pemerintah Dorong Pemanfaatan EBT di Bandara
Pemerintah Dorong Pemanfaatan EBT di Bandara

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan PT. Angkasa Pura I serta PT. Angkasa Pura II, melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Berkelanjutan di Bandar Udara.

Kerja sama tersebut merupakan wujud sinergi guna menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan penerapan konservasi energi di lingkungan bandar udara di Indonesia.

Selain itu, kerja sama ini juga akan melahirkan berbagai program sebagai upaya peningkatan efisiensi penggunaan energi sekaligus menerapkan sumber-sumber energi terbarukan pada bandara-bandara di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara maupun PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal EBTKE dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meliputi kegiatan kajian, asistensi, dan pertukaran informasi dalam rangka Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Berkelanjutan pada Bandar Udara.

Sementara itu, ruang lingkup Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal EBTKE dengan PT. Angkasa Pura I dan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal EBTKE dengan PT Angkasa Pura II meliputi empat hal.

Pertama, pelaksanaan penelitian, pertukaran informasi dan pengembangan teknologi terkait konservasi energi di bandar udara yang dikelola PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II.

Kedua, pemanfaatan energi terbarukan pada Bandar Udara yang dikelola PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II.

Baca Juga: Harga Batu Bara Kembali Bangkit

Lalu, peningkatan efisiensi energi pada Bandar Udara yang dikelola PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II.

Termasuk didalamnya Manajemen Energi dan kontribusi penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Keempat, pengembangan Green Airport/Eco Airport (Bandar Udara Ramah Lingkungan).