Pemerintah Akan Genjot Kas Negara dari Royalti Emas

Pemerintah Akan Genjot Kas Negara dari Royalti Emas
Pemerintah Akan Genjot Kas Negara dari Royalti Emas

Saat ini pemerintah ingin menggenjot penerimaan kas negara dari komoditas tambang emas melalui menaikan royalti emas. 

Harga emas di pasar global cenderung menguat dalam setahun terakhir. Hal ini berpotensi memberi dampak positif bagi penerimaan negara bukan pajak atau PNBP. 

Kenaikan tarif royalti yang baru nantinya akan berlaku untuk harga emas di atas US$ 1.700 per troy ons. Besaran tarifnya masih dalam proses penggodokan.

Harga emas memang sempat melambung tinggi pada saat pandemi Covid-19 muncul di 2020 kemarin. 

Para investor ketika itu mencari aset aman di tengah ketidakpastian global. Angkanya sempat menyentuh US$ 2 ribu per troy ons. 

Bahkan logam mulia buatan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencetak rekor hingga lebih dari Rp 1 juta per gram pada pertengahan 2020.

Kehadiran vaksinasi di beberapa negara memberi harapan pemulihan ekonomi dunia. Selasa (19/1.2021), emas Comex berada di level US$ 1.836,6 per troy ons. 

Untuk logam mulia Antam, harga belinya turun Rp 4 ribu per gram menjadi Rp 944 ribu per gram. Harga jualnya  turun Rp 7 ribu per gram menjadi Rp 821 ribu per gram.

Tambang emas merupakan aset yang berharga bagi Indonesia. Pasalnya, sektor ini dapat membantu negara keluar dari krisis. 

Pemerintah harus mengamankan aset strategis tersebut. Pasalnya, setiap terjadi krisis, harganya cenderung melonjak tinggi. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), emas yang berkode HS-71 sepanjang 2020 secara kumulatif total ekspornya mencapai 2,5 juta kilogram. Nilainya mencapai US$ 8,22 miliar atau sekitar Rp 116 triliun. 

Tak hanya menaikkan royalti, pemerintah juga berencana mengatur pajak pertambahan nilai atau PPN sebesar 0% untuk emas granule (butiran atau serbuk). 

Selain untuk mengamankan pasokan emas dalam negeri, pemerintah juga ingin mengurangi ekspor granule dan impor emas batangan. 

Baca Juga: Perancis Keluar dari Investasi Batu Bara dan Migas

Penghapusan pajak itu dapat pula meningkatkan daya saing industri perhiasan domestik. 

Pelaksana usaha kegiatan yang memanfaatkan serbuk emas akan mendapatkan harga kompetitif.