Pembangunan Smelter Bauksit

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau tengah mengembangkan industri yang sejalan dengan program Pemerintah melalui pengolahan bijih bauksit menjadi alumina.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri smelter bauksit ini diharapkan dapat memberi nilai tambah untuk perekonomian nasional dan secara bertahap dapat memenuhi kebutuhan nasional akan alumina hingga produk turunannya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi bauksit nasional saat ini mencapai 40 juta ton per tahun. Jika bijih bauksit itu diolah di dalam negeri menjadi alumina, maka nilai tambah yang dihasilkan mencapai 5 kali lipat. Ini lebih banyak dibanding jika bauksit tersebut diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Pembangunan-Smelter-Bauksit
Pembangunan Smelter Bauksit

Menurut Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia yang juga selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengeloka (BUPP) KEK Galang Batang Santoni mengatakan saat ini sedang dilakukan konstruksi pembangunan refinery alumina dengan kapasitas produksi 2 juta ton/tahun. Total investasi keseluruhan mencapai Rp 36 triliun hingga tahun 2027.

Santoni menuturkan target akhir pembangunan KEK Galang Batang adalah kapasitas produksi 2 juta ton/tahun alumina, 1 juta ton/tahun aluminium ingot, tenaga listrik 2.850 MW, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Jika KEK Galang Batang beroperasi penuh, maka industri yang ada akan mengolah bijih bauksit menjadi bubuk alumina. Kemudian diproses menjadi aluminium ingot,” katanya.

“KEK Galang Batang ini diharapkan bisa segera mengolah bauksit menjadi alumina dan aluminium, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk hilirisasi dan nilai tambah industri,” ucapnya.

Adapun KEK Galang Batang yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017 dan beroperasi pada Desember 2018 telah menunjukan progress pembangunan yang signifikan.

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia
Pembangunan Smelter Bauksit

Dalam mempersiapkan proses produksi dan penyiapan SDM lokal. PT Bintan Alumina Indonesia mengirim pekerja-pekerja muda Indonesia untuk mendapatkan pelatihan Business Process di Nanshan University, Shandong, China.

Baca Juga : PLTU dan PLTGU Dipensiunkan?

Program pelatihan diselenggarakan 1 tahun diikuti 60 tenaga kerja PT BAI dengan latar belakang pendidikan elektro, mekatronika, kimia, dan instrumentasi. Ini merupakan lulusan beberapa universitas ternama di Indonesia dengan 15% di antaranya merupakan masyarakat Kepulauan Riau.

Pelatihan tersebut akan dilakukan secara terus-menerus dengan tujuan menghasilkan pekerja andal di bidang industri yang nantinya akan mengabdi di KEK Galang Batang dan mampu menjadi knowledge and skill agent yang dapat diikuti dan dilanjutkan oleh tenaga kerja lokal lainnya.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengapresiasi program pengembangan sumber daya manusia (SDM) di KEK Galang Batang.

KEK Galang Batang dikelola oleh PT Bintan Alumina Indonesia. Dengan Iuas lahan sebesar 2.333,6 ha, diperkirakan dapat menyerap 23.200 tenaga kerja pada 2020. Kegiatan utama yang akan dikembangkan di KEK ini adalah industri pengolahan bauksit dan logistik.