Pembangkit Listrik Tenaga Sampah? Bagaimana Bisa

Bali diminta menjadi contoh penggunaan pembangkit listrik menggunakan tenaga sampah. Jumlah sampah di Bali dinilai memungkinkan untuk dikelola menjadi energi pembangkit.

“Menurut saya, kenapa tidak energi sampah itu ditransfer menjadi energi listrik.” Kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa di Denpasar, Bali, Selasa (14/1/2020).

Ia melihat, pola pengelolaan sampah rumah tangga di Pulau Dewata sudah cukup baik. Sebab warga mau mengumpulkan sampahnya dan membuat bank-bank sampah di sekitar lingkungan tempat tinggal.

“Jumlah sampah di Bali cukup besar dan lebih banyak berasal dari kalangan kelas menengah. Sehingga kualitas sampahnya itu kandungan energinya besar. Kalau kandungan energinya besar, kenapa tidak dikelola menjadi bahan bakar,” katanya.

Baca Juga : Sentimen Mereda, Harga Emas Turun Tipis

Menurut Suharso, kandungan besar dari sampah tersebut akan sangat bermanfaat jika bisa diolah untuk menjadi bahan bakar yang menggerakkan pembangkit listrik.

Misalnya jika sampah tersebut dikelola menjadi pelet. Pelet tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membantu menurunkan emisi pada pembangkit listrik yang menggunakan batubara.

“Selama ini pelet memang tidak dibeli dari Bali, tetapi dibeli dari daerah lain oleh PLN,” kata pria yang juga politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Suharso berharap pada Bali, karena ia melihat rintisan yang dilakukan provinsi ini terkait dengan kepedulian terhadap lingkungan cukup besar. Salah satunya adalah Pergub pembatasan sampah plastik.