Pemanfaatan Limbah Batu Bara Masih Minim

Limbah Batu Bara
Pemanfaatan Limbah Batu Bara Masih Minim

Indonesia dinilai belum optimal dalam pemanfaatan limbah batu bara yang fungsional. Di negara maju seperti Amerika Serikat, India, China, dan Jepang mereka menyerap fly ash, bottom ash, dan gipsum sebagai bahan pembuatan jalan, jembatan, paving blok, semen, dan sebagainya.

Di negara lain limbah batu bara tidak dianggap sebagai limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun.Limbah batu bara, abu itu bisa digunakan untuk bahan konstruksi di berbagai negara.

Baca juga artikel terkait:

  1. Indonesia Serius Hapus Merkuri di Tambang dan Alkes
  2. Pertumbuhan Industri Tambang Tergantung Proyek Listrik 35 Ribu MW
  3. Total Kandungan Uranium dan Thorium Nuklir yang dimiliki Indonesia
  4. Mendesak Dibentuk Qanun Soal Izin Pertambangan di Aceh
  5. Emiten Batubara Menahan Diri Akuisisi Tambang
  6. Mimika Kabupaten Penerima Dana Bagi Hasil Pertambangan Terbesar
  7. Emas Turun! Perhatikan Ini Saat Beli Emas
  8. Harga Minyak Melemah Imbas Pasokan AS Melonjak
  9. Sempat Anjlok, Penyaluran Kredit Sektor Pertambangan Mulai Tumbuh
  10. Sektor Pertambangan Rawan Manipulasi Transfer Pricing?
  11. Optimisme Kesepakatan Dagang AS-China Dorong Harga Minyak

Secara teoritis batu bara mengandung karbon yang tinggi dan unsur polutannya besar.

Namun resiko itu bisa diminimalisir dengan manajemen yang mengelola PLTU dengan baik. Setiap PLTU yang ada di Indonesia sudah semestinya dilengkapi dengan Super Critical Represitator untuk mengurangi dan meminimalisasi sebaran fly ash buttom ash.