Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Baru 2,5%

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Baru 2,5%

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Baru 2,5%
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Baru 2,5%

Pemerintah tengah fokus menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) terhadap bauran energi nasional. Pasalnya, Indonesia memiliki potensi EBT yang sangat besar.

Potensi EBT nasional mencapai 417,8 giga watt (GW), yang terdiri dari 6 sumber energi, yakni panas bumi, air, bioenergi, angin, matahari, hingga laut.

Namun, realisasi pemanfaatan dari keenam sumber energi ramah lingkungan tersebut masih sangat minim. 

Sumber energi panas bumi memiliki potensi sebesar 23,9 GW, namun pemanfaatannya baru mencapai 2,13 GW atau setara 8,9 persen.

Kemudian, sumber energi air memiliki potensi sebesar 75 GW, dengan pemanfaatan sebsar 6,08 GW atau setara 8,1 persen.

Lalu, potensi bioenergi nasional mencapai 32,6 GW dengan realisasi pemanfaatan 1,89 GW atau sebesar 5,8 persen. 

Sumber energi angin memiliki potensi sebsar 60,6 GW, akan tetapi realisasinya baru mencapai 0,15 GW setara 0,25 persen.

Energi matahari tercatat sebagai sumber dengan potensi paling besar, yakni 297,8 GW, namun pemanfaatannya baru mencapai 0,14 GW atau setara 0,07 persen. 

Terakhir, sumber energi laut memiliki potensi sebsar 17,9 GW, akan tetapi masih belum ada pemanfaatannya sama sekali.

“Ini merupakan potensi EBT yang tersebar hampir di seluruh negara, namun bisa dilihat baru 10 GW (2,5 persen) yang sudah dimanfaatkan dalam penyediaan energy.

Untuk itu erlu ada upaya lebih yang dilakukan oleh berbagai pihak guna menggenjot pemanfaatan EBT nasional.

Baca Juga: Perusahaan Tambang Wajib Sisihkan 1% Laba

Pasalnya, dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), bauran EBT terhadap sumber energi nasional ditargetkan mencapai 23 persen.

Di mana konsumsi energi diproyeksi mencapai 1,4 TOE (Setara Ton Minyak) per kapita, dengan konsumsi 2.500 kWh per kapita.