Pemain Utama Industri Tambang Indonesia

Untuk para pemain utama industri tambang itu sendiri, Minyak, gas dan batubara merupakan komoditas yang memiliki peran penting bagi perekonomian nasional. Pada 2014, kontribusi migas mencapai Rp 341 triliun atau 23-25 persen dari penerimaan negara. Sementara minerba menyumbang Rp 37 triliun atau 6-9 persen.

Pertambangan, menurut Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU No. 4/2009) adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.

Pemain Utama Industri Tambang
Sudut Energi – Pemain Utama Industri Tambang Indonesia

Sejak puluhan tahun lalu, industri pertambangan atau ekstraktif di Indonesia telah menarik puluhan perusahaan kelas dunia, baik untuk minyak dan gas, serta pertambangan mineral. Beberapa pemain menjadi penyumbang terbesar produksi, lifting dan penerimaan negara.

Baca juga: Harga Batu Bara Jadi Faktor Penentu Tarif Listrik 2020

Untuk komoditas minyak bumi. Pemain energi asal Amerika Serikat, Chevron merupakan penyumbang lifting minyak terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan EITI 2014, kontribusi Chevron mencapai sekitar 40 persen dari lifting nasional melalui kegiatan operasi di Riau dan Kalimantan Timur.

Untuk gas bumi, Conoco Phillips menduduki peringkat utama. Perusahaan energi asal Amerika Serikat itu menyumbang 21 persen dari total produksi gas bumi nasional.

Untuk komoditas batubara, PT Kaltim Prima Coal menjadi kontributor royalti terbesar hingga 14 persen. Sedangkan, untuk komoditas emas PT Freeport merupakan kontributor royalti terbesar.