Peluncuran Proyek Carbon Storage Perdana di RI

Peluncuran Proyek Carbon Storage Perdana di RI

Peluncuran Proyek Carbon Storage Perdana di RI
Peluncuran Proyek Carbon Storage Perdana di RI

Mulai tahun depan Indonesia akan segera memiliki tempat penyimpanan karbon bawah tanah.

Melalui kerjasama dengan dua perusahaan Jepang, Indonesia akan melaksanakan proyek percontohan untuk menyimpan karbon dioksida (carbon storage) jauh di dalam permukaan tanah sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dua perusahaan Jepang yang berperan dalam proyek tersebut adalah Electric Power Development Co., yang dikenal sebagai J-Power, dan perusahaan konsultan Japan NUS Co.

Kedua perusahaan ini akan memulai proyek carbon storage di Lapangan Gas Gundih, Provinsi Jawa Tengah. Melalui kerja sama dengan pemerintah Indonesia dan perusahaan minyak milik negara PT Pertamina (Persero).

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang pada Mei lalu telah memilih proposal bisnis kedua perusahaan itu sebagai proyek penelitian infrastruktur yang bertujuan untuk diterapkan pada apa yang disebut sebagai ‘Joint Crediting Mechanism’ atau ‘Mekanisme Pemberian Kredit Bersama’.

Yang menganggap kontribusi Jepang terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca di negara lain sebagai pengurangan emisi negaranya sendiri.

“Ini akan menjadi proyek percontohan pertama yang diasumsikan mengikuti program perdagangan emisi karbon dioksida yang dicanangkan pemerintah,” tutur Kementerian Perdagangan Jepang seperti ditulis Japan Times.

Pipa gas dengan panjang sekitar 4 kilo meter (km) akan dipasang di antara lapangan gas dan lokasi penyimpanan karbon dioksida.

Baca Juga: China Bantu Kerek Harga Batu Bara

Di mana operator proyek akan menggali lubang hingga kedalaman sekitar 3,6 km untuk mencapai akuifer bawah tanah.