Peluang Baru Investasi EBT

Peluang Baru Investasi EBT

Peluang-Baru-Investasi-EBT
Peluang Baru Investasi EBT

Sejumlah perbankan dan lembaga pembiayaan tersebut yakni; Mizuho, Japan’s Sumitomo Mitsui Financial Group Inc (SMFG), dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) menyetop penyaluran kredit atau tak lagi membiayai pembangunan PLTU batu bara yang baru.

Mizuho sendiri memangkas saldo kredit untuk sektor pembangkit listrik bertenaga batu bara sebesar 300 miliar yen atau setara US$2,8 miliar untuk proyek pembangkit listrik tenaga batu bara pada 2030 dan akan berhenti membiayai secara total pada 2050.

Lalu Sumitomo Mitsui Financial Group Inc (SMFG) Jepang juga tak akan lagi memberikan pinjaman kepada PLTU batu bara baru mulai 1 Mei lalu.

JBIC tidak akan lagi memberikan pendanaan terhadap proyek PLTU batu bara dan mendorong pembangkit listrik tenaga energi terbarukan.

Sedikitnya perbankan luar negeri yang membiayai PLTU disebut akan meningkatkan investasi pembangkit energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan SMFG menghentikan pendanaan untuk proyek PLTU batu bara dan tambang batu bara mulai 1 Mei 2020.

Sedangkan Mizuho akan memangkas separo pendanaan untuk proyek batu bara sampai dengan 2030 dan menjadi nol pada 2050.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Meroket 22%

Satu lagi lembaga pendanaan Jepang yang memutuskan menghentikan pendanaan proyek PLTU batu bara adalah Mitsubishi UFJ Financial Group.

Selama ini proyek-proyek PLTU yang didanai Jepang melibatkan tiga pihak yakni diantaranya penyediaan alat manufaktur, kontraktor engineering, procurement, and construction (EPC), dan lembaga pembiayaan seperti bank dan asuransi.