Pelajari 8 Strategi Pengelolaan Minerba di Indonesia

Pelajari 8 Strategi Pengelolaan Minerba di Indonesia
Pelajari 8 Strategi Pengelolaan Minerba di Indonesia

Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan, terdapat 8 (delapan) strategi kebijakan dalam pengelolaan wilayah pertambangan minerba di Indonesia. 

Wafid menekankan pentingnya peranan pertambangan dalam memberikan manfaat terhadap perekonomian sekaligus pembangunan nasional secara berkelanjutan harus dibarengi dengan pengelolaan peraturan pertambangan mineral dan batubara (minerba) berasaskan kaidah-kaidah pertambangan yang baik.

“Kebijakan minerba Indonesia kita gambarkan sebagai satu bentuk rumah dimana baseline dari kebijakan yang kita atur ini adalah neraca sumber daya dan cadangan minerba yang kita punya. Tentu saja, pondasi yang memperkuat rumah ini adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat 3,” ujar Wafid pada Sabtu (13/2/2021). 

Lebih lanjut, Wafid menjelaskan, rencana pengelolaan minerba nasional selalu mempertimbangkan daya dukung sumber daya manusia dan lingkungan (menurut data dan informasi geospasial dan tematik), pelestarian lingkungan hidup. 

Selain itu terdapat juga rencana tata ruang wilayah atau zonasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, prioritas pemberian komoditas tambang, jumlah dan luas wilayah pertambangan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana.

Menurut Wafid, perkembangan industri pertambangan dewasa ini, membutuhkan strategi khusus bagi pemerintah dalam mengimplementasikan pengelolaan pertambangan mineral dan batubara agar bisa beradaptasi sesuai perkembangan zaman.

Lebih lanjut, Wahid menjelaskan terdapat 8 (delapan) strategi kebijakan dalam mengelola wilayah pertambangan. Berikut rinciannya: 

1). Iklim investasi yang kondusif sesuai dengan karakteristik unik pertambangan demi menjaga keberlangsungan usaha. 

2). Kaidah pertambangan yang baik.

3). Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi lokal dan nasional.

4). Penggunaan dan pengembangan tenaga kerja dan produk dalam negeri.

5). Terdapatnya pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang terdiri dari pemasaran dan/atau penjualan serta pengendalian produksi. 

6). Peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri nasional yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi.

7). Penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

8). Adanya dukungan terhadap pengembangan industri daur ulang.

Baca Juga : Produksi dan Penjualan Mineral RI Diprediksi Naik di 2021

Nantinya, ke-delapan strategi khusus ini diharapkan sebagai jawaban dalam menjamin pengelolaan sumber daya mineral dan batubara secara adil, transparan, dan akuntabel serta berkelanjutan, menjamin prinsip-prinsip konservasi dalam upaya pemanfaatan minerba dan menjamin kepastian hukum dan berusaha.