Pekan Terburuk Batu Bara yang Anjlok Hingga 7%

Must read

Pekan Terburuk Batu Bara yang Anjlok Hingga 7%
Pekan Terburuk Batu Bara yang Anjlok Hingga 7%

Pekan ini dapat dikatakan sebagai pekan terburuk bagi komoditas batu bara, di mana harga komoditas batu hitam tersebut anjlok hingga hampir 7% sepanjang pekan ini atau lebih buruk sedikit dari pekan di pertengahan Maret lalu.

Dalam performa sepekan ini,  harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle (Australia) ambruk hingga 6,96% ke level US$ 85,5/ton secara point-to-point. Penyebab utamanya adalah karena menurunnya aliran perdagangan batu bara di kawasan Asia.

Sebenarnya kenaikan batu bara ditopang juga oleh perbaikan fundamentalnya. Sejak bulan kesembilan 2020,  volume impor batu bara Asia mulai naik hingga Januari 2021. Selain itu, Impor dari India relatif stabil sementara impor China terus meningkat seiring dengan peningkatan permintaan dan ketatnya pasokan yang membuat harga batu bara lokalnya naik tajam.

Kendati demikian, di awal Februari 2021 impor batu bara dari kedua negara tersebut mulai menurun. Sementara itu perdagangan batu bara dunia juga mencapai puncaknya pada Desember 2020 serta mulai melandai di dua bulan pertama tahun tahun 2021 .

Baca Juga : Petrosea Teken Kontrak Pertambangan Senilai Rp2 T Lebih

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan, memburuknya perang dagang Australia dan China berpengaruh terhadap sejumlah harga komoditas global termasuk batu bara.

“Ini menjadi pemicu utama Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan April naik US$ 2,21 per ton menjadi US$ 86,68 dari bulan Maret lalu,” ucap Agung pada Selasa (06/04/2021).

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article