Pebisnis Minta ESDM Kaji Ulang Harga Acuan Batu Bara Domestik

Harga Acuan Batu Bara
Pebisnis Minta ESDM Kaji Ulang Harga Acuan Batu Bara Domestik

Pebisnis Minta ESDM Kaji Ulang Harga Acuan Batu Bara Domestik Pengusaha minta pemerintah kaji ulang harga batu bara di dalam negeri. Asosiasi Pertambangan Indonesia (API) mengusulkan agar pemerintah mengkaji lagi harga jual batu bara domestik atau domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik.

Diharapkan harga DMO bisa mengacu pada harga batubara acuan (HBA). Dengan acuan tersebut nantinya nilai batu bara dihitung dari harga pasar lalu dikurangi dengan sejumlah formula tertentu. Hanya saja, angka pengurangan tersebut masih harus dihitung.

Sebaliknya, jika harga pasar sedang anjlok, maka harga DMO juga bisa di bawah US $70 per ton. Diketahui, pemerintah mematok harga batu bara DMO sektor ketenagalistrikan maksimal sebesar US $70 per ton.

Baca juga: BPH Migas Siap Kebut Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan

Belum ada kesepakatan baru antara pemerintah dengan pengusaha mengenai harga DMO baru. Djoko bilang pemerintah memberikan kesempatan kepada pengusaha untuk menghitung dan menyampaikan usulannya dalam rapat yang akan dilaksanakan secara rutin.

Penerapan harga DMO untuk sektor ketenagalistrikan akan berakhir pada Desember 2019. Beleid soal batasan harga batu bara untuk kelistrikan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Batu Bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Diharapkan penetapan harga acuan batubara untuk kelistrikan sebesar US $70 per ton diperpanjang. Karena mayoritas bauran energi untuk listrik masih berasal dari batu bara, yakni mencapai 62 persen. Makanya, harga komoditas itu akan mempengaruhi kinerja keuangan PLN secara signifikan.