Pasokan Batu Bara Untuk PLN Tersendat

Must read

Pasokan Batu Bara Untuk PLN Tersendat
Pasokan Batu Bara Untuk PLN Tersendat

Direktur Bina Program Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid Agung mengatakan, pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PLN saat ini memang tersendat karena bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Pihak dari kementerian ESDM  pun terus berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengawal terjaminnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. 

“Memang kami juga melakukan banyak koordinasi. Tadi ditambah bencana sehingga timbulkan produksi berkurang dan dikhawatirkan pasokan ke PLTU terhambat.  Ini baru kami konsolidasikan terus,” ujar Wafid, Rabu (20/1/2021).

Tidak dapat dipungkiri, pemenuhan batu bara untuk kepentingan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), khususnya untuk pembangkit listrik tenaga uap, memang tersendat pada awal tahun ini.  

Domestic Marketing Manager PT Arutmin Indonesia,  Andre Prasetyo ikut bersuara, akibat bencana banjir di Kalimantan Selatan, komitmen perusahaan untuk pemenuhan pasokan batu bara ke pembangkit PLN akan terdampak.  

Andre menyebut bahwa pasokan batu bara di sejumlah PLTU PLN, terutama di Pulau Jawa, mengalami kelangkaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh Andre dari rapat bersama Ditjen Minerba, stok batu bara untuk PLTU, seperti di PLTU Suralaya 8, PLTU Indramayu, dan PLTU Paiton 9, mengalami kekurangan.  

Rata-rata stok batu bara di pembangkit PLN tersebut hanya tersedia untuk jangka waktu 5-7 hari.

Di sisi lain, Sayangnya, longgarnya penerapan sanksi pemenuhan kuota DMO tahun ini malah mendorong pelaku usaha cenderung memilih mengekspor batu bara.

Baca Juga: Fantastis! Cadangan Tambang RI Capai 148 Juta Ton

Dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 255 K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021, tidak lagi tercantum sanksi tambahan berupa pengurangan besaran kuota produksi pada tahun berikutnya yang sejumlah kekurangan volume pemenuhan kebutuhan batu bara sesuai kontrak penjualan.

Belum lagi, menurut Andre, kelangkaan pasokan batu bara dalam negeri juga disebabkan tidak adanya lagi penerapan transfer kuota dalam pemenuhan DMO.

“Kalau kemarin ada transfer kuota. Artinya, orang yang punya suplai domestik paling tidak dia punya harapan nanti kuota saya bisa saya jual.  Itu sebenarnya bisa nahan batu bara kita ke pasar luar,” ujar Andre. 

Oleh karena itu, Andre menilai seharusnya pemerintah perlu mengkaji kembali kebijakan pemenuhan DMO untuk menjamin ketersediaan suplai batu bara dalam negeri.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article