Pasca Dilanda Profit Taking, Harga Emas Naik

Mengawali perdagangan awal pekan sekaligus awal bulan ini Senin (2/3/2020) harga emas dunia di pasar naik semenjak dilanda profit taking ke 0,76% ke level US$ 1.596,75/troy ons mendekati level psikologis US$ 1.600/troy ons.

Setelah mendapat tekanan jual pada akhir pekan kemarin, hari ini emas ditransaksikan menguat.

Ketakutan akan dampak wabah corona yang akan menyeret perekonomian ke dalam jurang resesi membuat investor beralih ke aset minim risiko seperti emas dan surat utang pemerintah AS.

Harga Emas Naik
Harga Emas Naik

Harga emas naik pasca rilis data ekonomi China untuk sektor manufaktur yang mengalami kontraksi paling dalam bahkan lebih dalam dibanding ketika krisis keuangan pada 2008.

Pada Sabtu (29/2/2020) biro statistik nasional China mengumumkan angka PMI manufaktur Tiongkok pada Februari berada di 35,7 lebih rendah dari bulan sebelumnya di angka 50 dan jauh lebih rendah dari perkiraan konsensus pasar di angka 46.

Sementara itu angka PMI manufaktur China untuk bulan lalu versi Caixin juga menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan.

Angka PMI Manufaktur versi Caixin untuk bulan Februari secara aktual perada di 40,3 sementara konsensus memperkirakan berada di angka 45,7. Angka PMI di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.

Walau aktivitas produksi China sudah berangsur pulih, tetapi sampai saat ini aktivitas operasinya masih berada di bawah kapasitas normal.

Reuters melaporkan, pabrik-pabrik di China tengah mengalami kesulitan untuk menemukan pekerja pasca libur tahun baru imlek karena wabah corona.

Baca Juga : Ini 4 Tambang Emas Raksasa Indonesia!

Kiblat pasar saham dunia yaitu Wall Street dilaporkan menyumbang setengah lebih. Dalam sepekan kemarin, pasar saham Paman Sam kehilangan US$ 3,18 triliun menurut estimasi indeks S&P dan Dow Jones, seperti yang diwartakan oleh CNBC Internasional.

Investor Lari ke Aset Minim Risiko

Kini investor lari ke aset-aset minim risiko seperti surat utang pemerintah AS. Sampai dengan hari ini, yield atau imbal hasil obligasi pemerintah AS terus mencetak rekor terendahnya sepanjang masa dan berada di angka 1,098%.

Pada instrumen surat utang, Imbal hasil berbanding terbalik dengan harga. Penurunan imbal hasil menunjukkan terjadinya kenaikan harga. Harga yang naik mengindikasikan instrumen investasi jenis ini sedang diburu oleh investor.

Harga emas juga kembali naik setelah dilanda aksi ambil untung para investor pada akhir pekan kemarin. Maklum emas juga merupakan salah satu jenis aset minim risiko yang diburu kala perekonomian global sedang tak kondusif.

“Fundamental ekonomi AS tetap kuat” kata Powell. “Bagaimanapun juga virus corona menimbulkan risiko yang terus berkembang terhadap perekonomian. The Federal Reserves akan terus memantau dengan cermat perkembangan (virus corona) dan dampaknya terhadap perekonomian. Kami akan menggunakan tools dan bertindak sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung perekonomian” tambahnya.