Pasang Surut Bisnis Minyak

Pasang Surut Bisnis Minyak

Pasang Surut Bisnis Minyak
Pasang Surut Bisnis Minyak

Mungkin sebagian besar publik awan tidak mengetahui bagaimana sejarah awal industri minya yang menjadi komoditas perdagangan internasional saat ini.

Minyak sedari dulu kala adalah barang langka yang diperjualbelikan secara terbatas. Sebab proses mendapatkannya bukanlah sebuah perkara yang mudah.

Menurut sejarahnya, penggunaan minyak berawal dari sebuah peristiwa di Oil Creek, Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Pada saat itu, ada cairan hitam bercampur air mulai merembes naik hingga terlihat mengambang di permukaan lubang sumur bor yang masih dibangun.

Keesokan harinya orang-orang mulai berkerumun di sekitar sumur. Mereka menyaksikan kemunculan cairan hitam pekat yang kelak dikenal sebagai bahan bakar penggerak roda perekonomian dunia yaitu minyak bumi.

Eksplorasi pencarian minyak bumi di daratan luas sebetulnya sudah dimulai pada abad ke-19 melalui berbagai cara, termasuk dengan metode pemboran mekanis.

Beberapa daerah yang mendapat predikat sebagai perintis pencarian minyak bumi pertama di dunia lewat upaya pemboran ini adalah Baku di Azerbaijan (1846), Bobrka di Polandia (1853), Lucacesti di Rumania (1857), Wietze di Jerman (1857) dan Ontario di Kanada (1858).

Namun, sebagaimana dicatat Halfdan Carstens dalam “The Birth of the Modern Oil Industry” (Geoexpro vol.6 No.3/2009).

Dari semua upaya rintisan itu keberhasilan penemuan minyak di Titusville lewat sumur Drake-1 pada 1859 dinilai sebagai tonggak industri perminyakan skala komersial pertama di dunia yang nantinya memicu lahirnya sektor hulu, tengah, hingga hilir di dunia perminyakan.

Baca Juga: Investasi Sektor Minerba Diprediksi Bakal Meleset

Layaknya demam emas di California 1848, berita minyak di Titusville langsung disambut arus migrasi.

Demam perburuan minyak bumi dan eksodusnya para pekerja ke tempat baru pasca-penemuan di Titusville (AS) juga terjadi di seantero Amerika Serikat.

Perburuan emas hitam akhirnya meluas ke seluruh dunia hingga ke Hindia-Belanda selang satu dekade kemudian.