Panen Cuan! Harga Komoditas Logam RI Terus Meroket

Must read

Indonesia sebagai produsen dan pengekspor komoditas tambang kini sedang panen cuan karena harga komoditas logam seperti batu bara, emas, nikel, hingga tembaga mengalami tren super siklus atau harga tinggi dan diramal akan terjadi dalam waktu yang panjang.

Mengacu pada  data Bank Indonesia, ada lima komoditas tambang yang indeks harganya melonjak pada kuartal I 2021 ini, antara lain batu bara, timah, tembaga, nikel, dan aluminium. Indeks harga ini menunjukkan apakah komoditas tersebut mengalami kenaikan atau penurunan harga dan seberapa besar perubahannya.

Di tahun 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batu bara sebesar Rp39,01 triliun, naik tipis dari realisasi penerimaan negara pada tahun lalu  yang mencapai Rp34,65 triliun.

Namun, kabar baiknya, harga komoditas yang tinggi membuat  realisasi penerimaan negara hingga awal Mei ini tercatat sudah mencapai separuh dari target, tepatnya Rp19,15 triliun atau 48,97% dari target satu tahun ini.Hal tersebut berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM.

Tercatat harga tembaga  dalam beberapa bulan belakangan ini terus saja naik, bahkan pada tanggal 10 Mei pekan lalu sempat menyentuh US$ 10.724,5 per MT, meski pada 14 Mei harus turun ke level US$ 10.212 per MT. Pada perdagangan Selasa (18/05/2021), harga tembaga kembali naik menjadi US$ 10.465 per ton.

Untuk nikel mengalami sejak akhir tahun 2020 hingga kini terus menanjak naik di atas US$ 16.000 per ton. Di awal 2021 harga nikel di London Metal Exchange sebesar US$ 17.344 per ton, lalu terus menanjak hingga akhirnya menembus rekor tertinggi pada 22 Februari 2021 yang mencapai US$ 19.689 per ton.

Adapun harga batu bara acuan Ice Newcastle berhasil menembus level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir, tepatnya melonjak menjadi US$ 104,65 per ton pada perdagangan Kamis (14/05/2021) pekan lalu. 

Menguat harga batu bara sejak awal tahun 2021 turut dimanfaatkan pemerintah dengan menaikkan target produksi batu bara pada tahun ini sebesar 75 juta ton menjadi 625 juta ton dari rencana semula 550 juta ton.

Baca Juga : Potensi Logam Tanah Jarang Mulai Dilirik

Kenaikan target produksi sebesar 75 juta ton tersebut ditujukan untuk ekspor. Dengan demikian, di tengah kondisi harga batu bara yang terus membubung, maka Indonesia bisa semakin diuntungkan dengan peningkatan produksi ini.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article