Pandemi Terus Buat Harga Batu Bara Terpuruk

Pandemi Terus Buat Harga Batu Bara Terpuruk

Pandemi-Terus-Buat-Harga-Batu-Bara-Terpuruk
Pandemi Terus Buat Harga Batu Bara Terpuruk

Harga batu bara acuan Newcastle untuk kontrak yang ramai diperjualbelikan melemah lagi kemarin.

Harga batu bara yang terlalu rendah jelas mempengaruhi profitabilitas perusahaan tambang di dunia.

Harga batu bara turun nyaris 1% atau tepatnya 0,93% ke US$ 53,4/ton.

Sejak menyentuh dasar di sepuluh hari terakhir bulan April. Harga batu bara hanya mampu mencatatkan rekor tertingginya di US$ 56,5/ton setelah itu.

Harga batu bara acuan RI juga mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data Kementerian ESDM, harga batu bara acuan di bulan Januari berada di US$ 65,93/ton.

Namun memasuki bulan Juni, harga acuannya jatuh ke US$ 52,98/ton. Artinya harga anjlok 19,6%.

Menurut asosiasi pertambangan batu bara RI (APBI). Anjloknya harga batu bara membuat setidaknya 47% pemasok batu bara global dalam keadaan merugi. 

“Australia Afrika Selatan secara perspektif biaya (cost) saat ini masih dalam keadaan relatif aman. Sehingga kemungkinan besar kita tidak berharap akan ada pengendalian produksi dari negara-negara tersebut” tulis APBI dalam laporannya.

Baca Juga: Cadangan Emas ANTAM Sudah Mulai Berkurang

“Sementara Colombia, Indonesia, Russia dan USA adalah yang paling terdampak saat ini. Dan kabarnya pengurangan produksi telah terjadi di beberapa negara tersebut” tulis laporan itu.