Pabrik Energi Terbarukan Segera Direalisasikan

Direktur Utama BPDPKS, Doni Boestami mengatakan pembangunan  Pabrik Energi Terbarukan segera direalisasikan. Inovasi pabrik energi terbarukan ini pun mendapat dukungan maksimal dari BPDPKS dan Amerika Serikat.

Bantuan dana investasi dari BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) maupun dari lembaga MCC (Millenium Challange Corporation) pun akan membantu pembangunan ini.

Pengolahan kelapa sawit menjadi BBN yang digagas oleh Bupati Musi Banyusin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin mendapatkan respon positif dari berbagai pihak.

Pabrik-Energi-Terbarukan-Segera-Direalisasikan
Pabrik Energi Terbarukan Segera Direalisasikan

Pemkab Muba bersama BPDPKS siap mendirikan pabrik IVO dan jika cepat terealisasi maka sangat membantu mendorong pemerintah pusat untuk menciptakan energi terbarukan.

Baca Juga : Indonesia Berperan Penting Dalam Energi Terbarukan

Direktur Kemitraan, Muhammad Feriyan menambahkan, paparan Bupati MUBA mengenai kondisi PSR di Muba sudah sangat layak dan memenuhi syarat untuk mendirikan pabrik energi terbarukan di Kabupaten Muba.

BPDPKS siap mendukung, dan menyiapkan Tim implementasi pabrik IVO dengan menyiapkan data ketersedian bahan baku, kelembagaan perkebunan, peta jalan yang terintegrasi dengan pabrik dan kebun sawit.

Nation Coordinator dan Development Compact II MCC, Maurin Sitorus menjelaskan MCC dibentuk oleh Pemerintah Amerika untuk menyalurkan dana hibah dalam rangka memerangi kemiskinan, melaui penumbuhan ekonomi yg berkelanjutan.

Jadi syaratnya harus menyentuh orang miskin. “Jika suatu negara bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentu angka kemiskinan akan turun,” katanya.

Untuk sekarang tahap pertama sudah habis masanya pada September 2019 yang lalu. Sekarang ini  sedang disiapkan  daerah mana untuk masuk tahap kedua. Syarat lainnya dari MCC bisa skema pembiayaan menciptakan energi terbarukan.

“Pertimbangan MCC tahap pertama dapat dilaksanakan sangat baik, di Pemerintahan Jokowi kebijakan ekonomi kuat dan pemberatasan korupsi bagus, bantuan tahap kedua ada ditahun 2022,” katanya.

Pembangunan pabrik IVO-CPO

Sementara itu pembangunan pabrik IVO-CPO siap dibangun sesuai kriteria yang dibutuhkan.  Mengenai ketersediaan bahan baku, Dodi meyakinkan stoknya sudah ada.

“Program peremajaan kebun kelapa sawit dan bisa berpotensi sampai 50.000 hektar nanti, sekarang sudah terealisasi 15.0000 hektar.”

“Artinya produktivitas bisa sampai naik, maka kebutuhan bahan dari Muba bisa dipastikan menjamin ekonominya,” terangnya.

Selain itu untuk faktor jarak lokasi perkebunan sawit dan pabrik IVO-CPO sudah dipertimbangkan dan akan melibatkan petani yang memiliki kebun, maksimal 5km ke lokasi pabrik.

“Kami sudah punya komposisi, kami punya kebun, dukungan kelembagaan, melibatkan KUD dan petani rakyat dan yang terpenting komitmen pemerintah daerah,” tegasnya.

Baca Juga : Pertamina Siap Hadapi Transisi Energi Terbarukan Ramah Lingkungan

Pemkab Muba berkomitmen mendukung program ini, selain itu juga telah kerjasama dengan pihak ITB dan siap menjadikan ini percontohan, sehingga konsep menciptakan green energi, green biofuel dari small holder (petani rakyat) bisa jalan.

Terkait skema pembiayaan MCC Dodi bilang sangat tertarik dengan konsep mengedepankan ekonomi mikro.

Tim Pembangunan Pabrik IVO-CPO, Dr IGBN Makertihartha mengungkapkan realisasi pembangunan pabrik ini bisa menjadi contoh di Indonesia.

Dia juga menjelaskan, hasil turunan produksi pabrik IPO juga akan yang kualitasnya lebih baik daripada umumnya.

“Jadi, pemanfaatan TBS di Muba nantinya dapat terserap dengan baik dan sangat menguntungkan,” jelasnya. Jadwal perencanaan pembangunan pabrik IPO akan difinalkan pada awal Desember 2019 dan pada awal 2020.

Pembangunan dimulai dan lokasi yang sudah di survei yakni di Kecamatan Sungai Lilin.  “Untuk pembangunan diprediksi memakan waktu satu tahun sehingga awal 2021 operasional pabrik energi terbarukan bisa dimulai,” terangnya.