OPEC+ Sah Pangkas Minyak Global

OPEC+ Sah Pangkas Minyak Global

OPEC+-Sah-Pangkas-Minyak-Global
OPEC+ Sah Pangkas Minyak Global

OPEC dan sekutu penghasil minyaknya, OPEC +, berhasil merampungkan perjanjian soal pemangkasan produksi minyak.

Negara-negara kaya emas hitam ini sepakat memotong produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph), yang merupakan terbesar sepanjang sejarah.

Pertemuan darurat kembali dilakukan pada Minggu (12/4/2020), setelah sebelumnya OPEC dan Rusia sepakat memangkas 10 juta bph (10% dari pasokan global) pada Mei hingga Juni pekan lalu.

Pembicaraan berlanjut karena Meksiko menentang pengurangan produksi minyak. Meski akhirnya setuju memangkas 100 ribu bph, dari proposal sebelumnya 400 ribu bph.

Pemangkasan 9,7 juta bph tetap akan dilakukan sesuai proposal semula, yakni akan dimulai Mei dan diperpanjang hingga Juni.

Namun, di Juli hingga akhir 2020, total produksi minyak akan dipangkas 8 juta bph. Sementara di Januari 2021 hingga April 2022, produksi dipangkas 6 juta bph.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya melobi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pangeran Arab Muhammad bin Salman menilai ini kesepakatan besar.

“Ini akan menyelamatkan ratusan ribu pekerjaan di bidang energi di AS,” tulisnya di Twitter @realDonaldTrump.

“Saya ingin bertetima kasih ke Presiden Rusia Putin dan Raja Salman dan Saudi Arabia. Saya baru saja berbicara dengan mereka dari Ruang Oval (Gedung Putih). Deal yang hebat untuk semua.”

Sementara itu, dikutip dari CNBC International, pengamat dari Rystad Energy Per Magnus Nysveen menilai meski produksi lebih kecil dari yang dibutuhkan pasar, ini bisa jadi sedikit kabar baik.

Baca Juga: Batu Bara Paling Stabil di Tengah Pandemi

“Ini setidaknya merupakan bantuan sementara untuk industri energi global dan ekonomi global,” ujarnya.

Negara-negara OPEC antara lain Aljazair, Angola, Libya, Nigeria, Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Ekuador, Venezuela.

Meski demikian ada negara lain yang di luar OPEC yang juga jadi aliansi terkait minyak, biasa disebut OPEC +, seperti Rusia termasuk Meksiko.