OPEC Diprediksi Turunkan Pasokan Minyak

OPEC diprediksi turunkan pasokan minyak pada tahun ini. Menurut sebuah catatan penelitian oleh bank investasi Swiss UBS AG sebagaimana dikutip dari Xinhua, Minggu, 19 Januari 2020.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra-mitranya termasuk Rusia dan negara lainnya diprediksiĀ  akan memperpanjang pengurangan produksi minyak hingga akhir tahun 2020 dari sebelumnya pada akhir Maret tahun 2020. Pengurangan minyak dilakukan untuk menjaga kestabilan harga minyak dari kondisi oversupply (kelebihan pasokan).

“Output minyak mentah dari OPEC akan turun menjadi 29,6 juta barel per hari pada 2020. Jumlah tersebut turun dari 30 juta barel per hari pada tahun sebelumnya,” kata UBS.

Baca Juga : Mewujudkan CSR Petrosea Laksanakan Program Sayang Tabang

UBS menjelaskan lemahnya permintaan minyak serta pertumbuhan pasokan dari negara-negara non-OPEC. Hal tersebut akan menyebabkan kelebihan pasokan minyak sekitar 600 ribu barel per hari pada paruh pertama 2020. Kondisi ini akan mendorong harga minyak mentah acuan Brent turun menjadi USD 60 per barel pada periode tersebut.

“Namun, pasar minyak internasional diperkirakan akan hampir seimbang atau sedikit kekurangan pasokan di paruh kedua 2020 berkat perbaikan fundamental,” kata UBS.

Permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar satu juta barel per hari pada 2020 atau lebih baik dibandingkan dengan produksi 900 ribu barel per hari pada 2019. Kenaikan permintaan sejalan dengan pertumbuhan permintaan minyak yang didorong oleh pasar negara berkembang.