Nikel Indonesia Bakal Jadi Primadona di Masa Depan

Nikel Indonesia Bakal Jadi Primadona di Masa Depan
Nikel Indonesia Bakal Jadi Primadona di Masa Depan

Ekonom PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja, memaparkan bahwa nikel Indonesia adalah mineral yang sangat berharga di masa depan karena pesatnya perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang akan diproduksi nantinya.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya nikel diprediksi akan menjadi primadona di masa depan. 

Nikel adalah salah satu logam yang paling digunakan dalam pembuatan baterai listrik. Lithium-ion ibarat jantung dari revolusi mobil listrik.

Sayangnya, terdapat kebijakan ekspor Nikel mentah telah resmi dilarang sejak tahun 2020. Namun, hal tersebut tidak menjadi sentimen negatif bagi Indonesia.

Justru, pelarangan ini bertujuan agar bahan mentah tersebut diolah lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah.

Pelarangan ekspor mineral mentah ini mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam jangka pendek, larangan ekspor tersebut memang akan sedikit menurunkan potensi ekspor Indonesia.

Namun, dalam jangka panjang, larangan ekspor tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian secara keseluruhan.

Salah satu pertimbangan larangan ekspor nikel adalah mendukung pengembangan industri kendaraan listrik.

Larangan ekspor akan menguntungkan industri tanah air khususnya produsen kendaraan listrik. 

Nikel merupakan sumber daya alam paling dicari saat ini untuk menghasilkan baterai lithium yang dipakai pada kendaraan listrik.

Diprediksi dalam jangka panjang, masyarakat dunia akan bergantung dengan energi baterai dan Indonesia akan menjadi sumber energi utama itu.

Baca Juga: Gokil! Harga Batu Bara Pekan Ini Melesat sampai 6%

Beredarnya isu produksi kendaraan listrik akan diproduksi di masa depan, bersamaan dengan kebijakan larangan ekspor nikel mentah yang dikeluarkan, membuat kemungkinan besar investasi membangun smelter dan industri hilir nikel meningkat dan sebagian besar hasilnya akan diekspor.

Indonesia berpotensi besar dalam membangun industri nikel karena memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia dengan 32,7 persen cadangan nikel dunia.

Hal tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai produsen nikel terbesar dunia. 

Pada tahun 2020, produksi nikel dunia mencapai 2,6 juta ton dan 800 ribu ton nya berasal dari Indonesia.