Nikel dan Batu Bara Angkat Indeks Sektor Pertambangan

Nikel dan Batu Bara Angkat Indeks Sektor Pertambangan

Nikel dan Batu Bara Angkat Indeks Sektor Pertambangan
Nikel dan Batu Bara Angkat Indeks Sektor Pertambangan

Batu bara dan nikel menjadi lokomotif pendorong indeks saham pertambangan.

Indeks sektor pertambangan masih menjadi indeks dengan penguatan tertinggi saat ini.

Mengutip data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/11), sejak awal tahun atau secara year-to-date (ytd), indeks yang berisi emiten tambang batubara hingga mineral tersebut menguat 2,13%.

Indeks sektor tambang menjadi satu-satunya indeks sektoral yang menguat hingga saat ini. Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tercatat turun 11,20%.

Kenaikan indeks sektor pertambangan ini tidak terlepas dari stabilnya harga batubara global, yang saat ini anteng di atas level US$ 60 per ton.

Mengutip Bloomberg, per Rabu (18/11) harga batu bara ICE Newcastle untuk pengiriman Januari 2021 berada di level US$ 63,30 per ton.

Research Analyst Phillip Sekuritas Indonesia Debbie Naomi Panjaitan menilai, sentimen positif utama yang mendorong harga spot batubara acuan Newcastle adalah kemajuan vaksin Covid-19.

Ketika investor telah selesai mencerna sentimen tersebut karena dibayangi dengan kasus baru Covid-19 dan membuat negara-negara kembali memberlakukan lockdown, batubara tetap mempertahankan kinerja harganya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Bangun Potensi Hilirisasi Batu bara

Debbie melanjutkan, hal ini didukung  oleh setidaknya dua sentimen, antara lain adalah rencana pemerintah untuk mengembangkan mobil listrik.

Pengembangan mobil listrik tidak hanya memberikan dampak terhadap komoditas nikel saja, tetapi juga batubara.