Ngamuk Lagi! Harga Batu Bara Melesat 3 Persen

0
133
Ngamuk Lagi! Harga Batu Bara Melesat 3 Persen
Ngamuk Lagi! Harga Batu Bara Melesat 3 Persen

Harga batu bara ngamuk, kembali melesat di pasar ICE Newcastle (Australia) pada 27 Oktober 2021 berada di atas US$200/ton, yakni US$201/ton. Harga si batu hitam naik 3 persen dibandingkan harga sebelumnya. 

Setelah pekan lalu anjlok lebih dari 20%, harga batu bara bangkit pada pekan ini. Dalam dua hari perdagangan terakhir, harga komoditas ini meroket 5,23%.

Sisi permintaan dan pasokan sama-sama membuat harga batu bara ‘mengudara’. Di sisi permintaan, ekonomi sudah kembali bergeliat setelah tempat ‘mati suri’ karena pandemi virus corona. 

Mal, restoran, sekolah, perkantoran, rumah ibadah, dan sebagainya sudah membuka pintu bagi pengunjung. Selain itu, negara-negara bumi belahan utara (northern hemisphere) juga akan memasuki musim dingin.

Peningkatan aktivitas masyarakat berdampak terhadap penambahan kebutuhan listrik. Kebetulan saat ini harga gas alam juga sedang mahal, sehingga dunia usaha beralih ke sumber energi alternatif untuk pembangkit listrik. Salah satu pilihannya adalah batu bara.

Biaya pembangkitan listrik dengan batu bara juga lebih murah. DI Eropa, misalnya, harga pembangkitan listrik dengan gas alam pada 19 Oktober 2021 adalah EUR 85,23/MWh.Dengan batu bara lebih ekonomis yakni EUR 53,96/MWh. Jadi tidak heran permintaan baru bara melesat.

Baca Juga : Sempat Menguat! Harga Batu Bara Kini Terkoreksi 3%

Sementara di sisi pasokan, ada gangguan di China. Salah satunya karena karantina wilayah (lockdown) di sejumlah wilayah produsen batu bara di Negeri Tirai Bambu.

Per 25 Oktober 2021, WHO mencatat total pasien positif corona di China adalah 125.565 orang. Bertambah 47 orang dari hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 44 orang per hari. Melonjak dibandingkan rerata tujuh hari sebelumnya yaitu 28 orang saban harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here