Negara Hemat Devisa Rp 165 Triliun dari Gasifikasi

Must read

Negara Hemat Devisa Rp 165 Triliun dari Gasifikasi
Negara Hemat Devisa Rp 165 Triliun dari Gasifikasi

Pemerintah tengah berupaya mendorong hilirisasi dan percepatan peningkatan nilai tambah batu bara melalui cara gasifikasi yang bisa menghemat pengeluaran devisa negara sampai Rp 165 triliun. 

Salah satunya adalah program pemrosesan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) atau gasifikasi batu bara untuk digunakan sebagai alternatif pengganti LPG (Liquified Petroleum Gas). 

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam (PTBA) Apollonius Andwie C mengungkapkan, dengan adanya pengembangan gasifikasi batu bara, negara bisa menghemat devisa ratusan triliun.

Berdasar data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, impor LPG pada 2020 telah mencapai 77,63% dari total kebutuhan nasional sebanyak 8,81 juta ton.

Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menuturkan, tanpa upaya hilirisasi batu bara, rasio angka impor LPG bisa naik menjadi 83,55% dari total kebutuhan 11,98 juta ton di 2024.

PTBA, ungkapnya tengah mengembangkan hilirisasi batu bara dengan rencana pembangunan pabrik gasifikasi batu bara menjadi DME yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Diversifikasi Usaha INDY ke Bidang EBT dan Emas

Pengembangan gasifikasi sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo, yakni program pemanfaatan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah batu bara.

Hal ini bisa memberikan sejumlah manfaat dan dampak positif bagi Indonesia.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article