Negara Anggota G-7 Sepakat Akhiri Pembiayaan PLTU

Must read

Negara-negara yang termasuk ke dalam G-7 meliputi Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Kanada sepakat untuk mengakhiri pembiayaan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan batu bara pada akhir tahun 2021.

Langkah ini juga bertujuan men-dekarbonisasi (mengurangi emisi) pasokan listrik pada 2030-an. 

Menjelang pertemuan para menteri iklim dan lingkungan negara G-7 pada Juni mendatang, semuanya sepekat berkomitmen untuk membatasi kenaikan suhu di bawah 1,5 derajat celcius pada 2050.

Para ilmuwan juga menyatakan, setiap peningkatan di luar itu memicu perubahan iklim yang tidak terkendali. 

“Menyadari bahwa investasi global yang berkelanjutan dalam pembangkit listrik tenaga batu bara yang terus berlanjut tidak sesuai dengan jangkauan 1,5 derajat Celcius, kami menekankan bahwa investasi internasional dalam batu bara yang terus berlanjut harus dihentikan sekarang,” ungkap Menteri Lingkungan Inggris seperti dikutip Channel News Asia, Minggu, 23 Mei 2021.

Anggota parlemen Inggris Alok Sharma, yang ditunjuk sebagai presiden KTT iklim PBB COP26 yang akan diadakan di Glasgow mengatakan konsensus itu adalah “sinyal yang jelas bagi dunia bahwa batu bara sudah keluar”. 

Langkah tersebut mengikuti rekomendasi dari Badan Energi Internasional awal pekan ini bahwa semua proyek bahan bakar fosil di masa depan harus dibatalkan jika dunia ingin mencapai emisi karbon nol-bersih pada 2050 dan membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celcius.

Selain itu, Menteri Lingkungan Jerman Svenja Schulze menyebut perjanjian itu sebagai langkah penting dan memberikan kredibilitas kepada negara-negara industri untuk mendesak negara lain untuk mengikutinya.

Mitranya dari Prancis, Barbara Pompili, mengatakan bahwa hal itu menetapkan panggung untuk transisi radikal menuju energi bersih.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Inpres Percepatan Penyediaan

Dia sekaligus memuji Jepang, yang telah menolak pembayaran melalui batu bara.

Negara-negara yang termasuk ke dalam G7 merupakan rumah bagi pembuat mobil besar, dan selanjutnya setuju untuk secara signifikan mempercepat peralihan dari bensin di industri transportasi dalam dekade tersebut. Bahan bakar fosil juga harus dihapuskan dari pasokan listrik negara-negara G7 pada 2030-an. 

Pengelompokan tersebut menegaskan kembali bahwa mereka bertujuan untuk menghilangkan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien pada 2025 dan mendorong semua negara untuk mengikutinya.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article